Meningkatkan kesadaran diri

Enhancing Self Awareness ( Meningkatkan kesadaran diri )

Mr Jakoep Ezra and Mrs. Jajoek Ezra

Seringkali kegagalan dalam hidup dan karier terjadi, karena kita gagal mengenali siapa diri kita yang sesungguhnya. Tidak jarang kita mengalami konflik emosional dan pertentangan batin karena apa yang dilakoni dan dikerjakan justru tidak sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Sebaliknya, banyak orang yang cenderung mengejar kesuksesan hanya dengan berusaha meniru atau menjiplak orang lain.

Kurangnya self-awareness atau pengenalan terhadap diri sendiri sering membuat kita merasa tidak percaya diri, suka bersikap plin plan dan tidak punya prinsip yang kuat. Kita sulit menetapkan tujuan dan target yang ingin dicapai, karena banyak potensi dan bakat yang dimiliki hanya terpendam saja dan tidak dikembangkan. Self-awareness dapat dibangun dengan belajar memahami tipe karakter pribadi, pikiran dan perasaan yang ada, minat dan bakat yang dimiliki. Mengembangkan sikap kesadaran, penerimaan dan rasa menghargai diri sendiri. Menyadari kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dengan membangun sikap introspeksi dan learning attitude yang positif.

Materi Smart Character Radio Talk kali ini diawali dengan lagu Everything dari Michael Buble:

You’re a carousel, you’re a wishing well,
And you light me up, when you ring my bell.
You’re a mystery, you’re from outer space,
You’re every minute of my everyday.

And I can’t believe, that I’m your man,
And I get to kiss you baby just because I can.
Whatever comes our way, ah we’ll see it through,
And you know that’s what our love can do.

And in this crazy life, and through these crazy times
It’s you, it’s you, You make me sing
You’re every line, you’re every word, you’re everything.

Lagu ini mengisahkan tentang seorang pria yang sedang jatuh cinta dengan seorang gadis yang punya self awareness yang sangat tegas. Dia bisa menjadi enlightment, memberikan pencerahan, kegembiraan. Gadis tersebut memiliki rasa percaya diri yang kuat, bisa menjadi garam dan terang, bisa membawa diri dan memiliki inner beauty yang kuat. Semua yang dimiliki oleh gadis tersebut sangat mempesona, dan gadis tersebut adalah segalanya

A. Mengapa kita perlu meningkatkan kesadaran diri ?

  1. Karena musuh terbesar kita adalah diri sendiri.
  2. Karena situasi di sekitar kita berubah setiap saat.
  3. Dinamika kehidupan selalu diwarnai tantangan dan kompetisi.
  4. Setiap saat bahaya dan resiko ada di mana-mana.
  5. Karena kelalaian tidak pernah disadari sebelumnya.
  6. Karena kesadaran diri membangkitkan rasa tanggung jawab
  7. Kesadaran diri memampukan kita untuk menggali potensi pribadi terbaik

Terdapat beberapa cara dalam meningkatkan kesadaran diri:
1. Introspeksi diri, Cara ini mudah-mudah sukar, karena tidak semua orang tahu kekuatan dan kelemahan nya.
2. Minta saran dari orang terdekat, seperti kepada orang tua, pasangan, anak, tim kerja, maka biasanya dari mereka itu kita akan mendapatkan info yang baik, tapi akurasinya pasti tidak bisa dipertanggung jawabkan, karena itu adalah apa kata orang tentang diri kita
3. Melakukan foto karakter, dengan konsultasi dengan para behavior analyst, maka kita bisa tahu kekuatan, kelemahan, tantangan, dan ancaman yang ada dalam diri kita.

B. Apa akibatnya jika kita menjadi lengah ?

  1. Kehilangan peluang
  2. Mendapat kerugian
  3. Mengalami kegagalan
  4. Kalah dalam kompetisi
  5. Tidak tajam dalam prediksi dan analisa
  6. Menjadi seorang mediocre
  7. Tidak dapat mengembangkan potensi menjadi kompetensi

C. Memahami arti Enhancing Self-Awareness

  1. Kemampuan untuk meningkatkan kesadaran pribadi dan pengenalan situasi.
  2. Dapat mengatur keseimbangan dalam mencapai kesuksesan pribadi.
  3. Aspek kepekaan dan ketajaman intuisi pribadi.
  4. Memahami karakter dan potensi diri sendiri.
  5. Kesanggupan untuk melakukan evaluasi dan introspeksi diri.

D. Barriers dari Enhancing Self-Awareness

  1. Memandang remeh
  2. Bersikap ceroboh
  3. Acuh tak acuh
  4. Asumsi dan prasangka
  5. Mempercayai mitos / false belief.
  6. Bersikap curiga dan negatif
  7. Mudah terpengaruh

E. Bagaimana membangun sikap Enhancing Self-Awareness?

  1. Mengenali kekuatan dan kelemahan pribadi.
    Di Gallup institute dikembangkan teknologi dengan nama Strength Finder 21, yang artinya adalah memaksimalkan 2 karakter kuat dan meminimalkan 1 karakter lemah yang bisa menghambat. Misalnya seseorang yang mampu berdiplomasi atau melobi orang, yang digabung dengan karakter yang mampu membedakan, maka orang tersebut termasuk orang yang peka dan sangat compliance, sehingga dalam dunia kerja dia bisa menjadi ambasador atau sales manager. Namun kelemahan dari orang yang memiliki karakter ini misalnya: perlu di konfirmasi, padahal ada beberapa keputusan yang tidak harus dikonfirmasi, dan ada yang perlu diputuskan dalam waktu singkat, sehingga dibutuhkan kemampuan untuk melatih kepekaan dalam memahami situasi.
  2. Belajar berkonsentrasi dan bersikap fokus.
    Yang harus di ingat untuk dapat meningkatkan kesadaran diri adalah jangan lupa untuk mengembangkan potensi, karena potensi menghasilkan kompentensi, dan tumbuhnya kompetensi membutuhkan waktu. Oleh sebab itu jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada dengan tetap konsentrasi dan fokus dalam hal meningkatkan dan mengembangkan kesadaran diri.
  3. Selalu mengevaluasi diri dan kondisi di sekitar kita.
  4. Memiliki nilai-nilai pribadi sebagai tolak ukur kehidupan.

F. Pertanyaan dan Sharing :

1. Pertanyaan dari Bpk. Ruben, Jakarta:
Di perusahannya ada 2 manager yang mengundurkan diri, sehingga akibat yang dirasakan adalah tim kerjanya menjadi kurang motivasi. Pimpinan dari Bpk. Ruben memiliki rencana untuk meminta Bpk. Jakoep untuk mengadakan training di perusahaannya.

Jawab:
Sebetulnya kalau ada karyawan yang mengundurkan diri lalu kinerja tim menjadi turun, maka sudah ada hubungan yang kuat antara manajer dengan tim tersebut, sehingga jika ingin memperbaiki situasi dan suasana, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu:
• Harus dimotivasi menurut karakter masing-masing
• Tujuan/impian tidak tergantung dari supervisor tapi tergantung dengan tujuan mereka sendiri yang in line, jadi tidak akan berpengaruh dengan target perusahaan sehingga kalau sudah menemukan hal ini maka karyawan tersebut akan tetap setia, tekun, produktif dalam tugas dan tanggung jawab.

2. Pertanyaan dari Pak Sugi, Bekasi:
Dalam sikap dan perilaku karyawan dibagi 2 golongan besar, yaitu:
a. Karyawan mandiri: Karyawan yang kepribadiannya tidak tergantung pada atasannya, yang terdiri dari 20 %
b. Karyawan dependent: karyawan yang kepribadiannya sangat tergantung pada atasannya, yang terdiri dari 80 %
Misalnya: Jika atasannya temperamen atau kurang baik bagaimana mengarahkan dan memberikan pengertian, supaya kredibilitasnya dimata anak buahnya jadi bagus?

Jawab:
Kalau kita menasehati atasan, kebanyakan tidak akan terima, kecuali ada punishment dan reward, tapi hal tersebut tidak ada alat ukurnya, karena bisa saja menurut mereka cara mereka memimpin sudah ok. Cara kepemimpinan seperti itu adalah Top Down. Tapi yang di sarankan dalam kasus ini adalah Bottom Up. Kalau memang 80 % adalah orang-orang yang tergantung pada atasannya, maka bisa diubah ke arah orang-orang yang tergantung pada budaya perusahaan tersebut.
Misalnya dengan:
• menciptakan budaya profesionalisme, atau orang yang ahli dibidangnya,
• Menciptakan budaya terbuka untuk bicara apa adanya
• Menciptakan budaya teamwork
• Menciptakan budaya integritas

3. Pertanyaan dari Ibu Melia, Jakarta:
Ada orang yang memiliki inner beauty tetapi selalu merasa tidak bisa, sudah didukung tetapi tetap tidak percaya diri, bagaimanakah cara memberitahunya?

Jawab:
Itu adalah ciri-ciri dari orang yang tidak akan sukses dalam karir dan kehidupannya sampai seumur hidup, karena mereka tidak merasa memiliki kompetensi apapun. Mereka menyediakan waktu seumur hidupnya hanya untuk mengikuti citra orang lain dan hasilnya adalah semua potensinya tidak akan berkembang.

4. Pertanyaan dari Ibu Bella, Jakarta:
Apakah Bpk. Jakoep sudah menerbitkan buku?

Jawab:
Bukunya sudah diterbitkan, namanya Success through Character, buku warna hitam kombinasi keemasan, dan sudah bisa di dapatkan di toko buku Gramedia terdekat.

5. Pertanyaan dari Bpk. Arifin, Jakarta:
Pimpinan saya sering berkata jangan bohongi saya, padahal saya bukan orang yang suka berpolitik di kantor, tapi dia sendiri yang berpolitik, apakah pimpinan saya termasuk orang yang berkata maling teriak maling?

Jawab:
Ada tips untuk memecahkan masalah ini, yaitu Power Integrity, yang didapat dari teori Peter Sange yang didapat dalam buku 5th Discipline, yang menyebutkan bahwa keselarasan antara apa yang kita pikir, rasakan, perbuat dan katakan itu akan jadi integritas yang tidak bisa diutak-atik oleh isu, fitnah, gossip, dll. Karena dalam integrity ada konsistensi dan konfirmasi. Jadi jika pimpinan anda menyalahkan anda bahwa anda membohongi dia, maka anda senyum saja, lalu minta tolong diberitahu bagaimana supaya anda tidak berbuat seperti itu lagi, dan sampaikan kepada pimpinan anda bahwa anda masih tetap mendukung beliau. Kalau anda merasa dia yang berpolitik, dan kalau itu benar demikian, maka anda harus tetap menjaga power integrity, jadi kalau anda disalahkan maka power integrity yang akan menyelamatkan anda, karena power integrity adalah kemampuan untuk bertindak dengan benar sesuai dengan prosedur.

6. Pertanyaan dari Ibu Asni, Pekan Baru:
Saya sering menanyakan kelemahan saya terhadap orang terdekat, tapi kenapa orang yang saya tanyakan tersebut justru jarang menyampaikan kesalahan atau kelemahan saya?

Jawab:
Asni adalah tipe orang yang self evaluationnya tinggi. Kalau orang tidak mau mengatakan konfirmasi tentang hal yang jelek terhadap anda ya sebaiknya anda tidak usah mencari kelemahan diri sendiri, lebih baik terus meningkatkan kompetensi diri dengan cara terus meningkatkan kesadaran diri.

7. Pertanyaan dari Ibu Nana, Makassar:
Bagaimana mengetahui akan jati diri kita di berbagai kondisi sehingga kita bisa menempatkan diri pada tempatnya?

Jawab:
Kita harus menulis dalam buku catatan bahwa ada 2 kekuatan karakter diri yang harus dikembangkan, dan ada 1 karakter kelemahan yang harus di kurangi. Misalnya:
a. Jika anda adalah orang yang mudah diajak orang lain, atau sulit berkata tidak, maka sebaiknya anda menempatkan diri di tengah-tengah orang yang tidak memanipulasi anda.
b. Jika anda adalah orang yang emosional, maka jangan ditengah-tengah orang yang menuntut anda untuk mengambil keputusan
c. Jika anda adalah orang yang suka berkata dengan tegas dan tajam, maka anda jangan sampai ditengah-tengah orang yang suka buat situasi yang gamang, maka anda akan menjadi bahan olokan.

8. Pertanyaan dari Pak Hadi, Jakarta:
Bagaimana menasihati istri yang suka menghakimi suami?

Jawab:
Berilah teladan kepada istri Bapak, karena melalui teladan hidup bapak, kasih, building trust, maka istri bapak akan tertular akan keteladanan tersebut. Karena keteladanan tidak dapat diajarkan melainkan ditularkan, sehingga bapak harus bisa menjadi teladan hidup bagi Istri bapak.

9. Pertanyaan dari Ibu Umritu, Jakarta:
Bagaimana cara kita untuk tidak hanya menilai kekuatan dan kelemahan orang lain tapi juga introspeksi diri sendiri?

Jawab:
Hal ini bisa dijawab dengan Word of wisdom kita hari ini, yaitu Nakhoda terbaik selalu mengenali kondisi kapal dan situasi lautan yang diarungi, artinya mengenali diri sendiri itu bukanlah hal yang bagus, kalau hanya mengenali orang lain, tapi tidak mengenali diri sendiri itu juga tidak bagus. Yang bagus adalah kita harus mengenali keduanya, Jadi sama seperti nahkoda yang menguasai kapal dan juga laut sekelilingnya. Contohnya adalah jika anda adalah seorang Manajer, maka anda harus mengetahui kelemahan dan kekurangan anda, bentuk organisasi, level aturan, kebijakan dan karakter tim anda. Kalau anda perlu bantuan maka anda dapat menghubungi http://www.powercharacter.com.

G. Tips and Conclusions
Self-Awareness yang sehat dibentuk oleh 3 karakter :
• Penguasaan diri (Self-Control) yaitu kontrol diri, walaupun sulit namun tetap harus belajar
• Mengevaluasi diri (Self Evaluation) yaitu evaluasi diri yaitu apakah kita sudah memperhatikan tim kerja, memperhatikan kebutuhan jiwa sendiri maupun orang lain
• Antisipasi diri (Self-Anticipation), yaitu bagaimana kita mengantisipasi diri kita sendiri
Dengan adanya self awareness maka kita sadar akan kekuatan diri, kelemahan diri, jebakan-jebakannya sehingga tidak terjebak ke dua kali.

H. The Words of Wisdom

  1. Knowing others is wisdom; knowing the self is enlightenment.” ( Tao Te Ching )
    Artinya Yang berarti kalau seseorang memenuhi akan kebutuhan diri sendiri, posisi dia dimata orang lain akan mendapatkan kebahagiaan. Kegembiraan seperti mendapat sebuah pencerahan yang didapat dari self control, self evaluation, dan self anticipation
  2. Self-improvement is always begin with self-awareness.
  3. Nakhoda terbaik selalu mengenali kondisi kapal dan situasi lautan yang diarungi.
  4. Artinya mengenali diri sendiri itu bukanlah hal yang bagus, kalau hanya mengenali orang lain, tapi tidak mengenali diri sendiri itu juga tidak bagus, yang bagus adalah kita harus mengenali keduanya, Jadi sama seperti nahkoda yang menguasai kapal dan juga laut sekelilingnya
  5. Ada tiga gerbang yang selalu membutuhkan pengawasan ; mata, telinga dan hati. Namun yang paling sulit adalah menjaga hati.

~ by bohkasim on December 22, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: