MUTU PENDIDIKAN, ANTARA KUALITAS GURU DAN KURIKULUM????

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN
OLEH : BOHARI
MAHASISWA ILMU GIZI FKM UH

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia unuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Kesadaran akan pentingnya mutu pendidikan sungguh merupakan tantangan yang tidak ringan. Jikalau kita baru berpikir bahwa kita harus berubah, sesungguhnya kita sudah terlambat untuk itu. Oleh karenanya permasalahan ini harus segera diatasi. Mutu pendidikan yang terpuruk di negeri ini harus kita tekan. Setiap lembaga pendidikan yang ada di republik ini memiliki tanggung jawab besar terhadap mutu pendidikan yang dimulai dari proses pendidikan itu sendiri dan berakhir pada hasil pendidikan yang dicapai1.
Mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil pendidikan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Masalah mutu pendidikan juga mencakup masalah pemerataan mutu pendidikan4.
Berbicara mengenai mutu pendidikan sebenarnya kita membicarakan tentang dua sisi yang sangat penting yaitu proses dan hasil. Mutu dalam “proses pendidikan” melibatkan berbagai input, seperti; bahan ajar (kognitif, afektif, atau psikomotorik), metodologi (bervariasi sesuai kemampuan guru) sarana prasarana lembaga pendidikan, dukungan administrasi, berbagai sumber daya dan upaya penciptaan suasana yang fair dan nyaman untuk belajar. Mutu dalam konteks “hasil pendidikan” mengacu pada prestasi yang dicapai oleh lembaga pendidikan pada setiap kurun waktu tertentu.
Segera muncul pertanyaan, mengapa kualitas pendidikan di Indonesia rendah? Pertanyaan itu sebenarnya juga telah menjadi pertanyaan umum dan klasik di tengah masyarakat. Jawabannya pun juga telah diketahui, yakni yang paling utama karena kualitas guru umumnya rendah2.
Maka dari itu, penulis tertarik untuk membahas kualitas pendidikan dikaitkan dengan unsur-unsur pendidikan termasuk guru, peserta didik, interaksi edukatif.
I.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah:
1. Mengapa kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah bila dikaitkan dengan unsur-unsur pendidikan?
2. Apa solusi yang tepat dalam memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia?

I.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah
1. Untuk mengetahui hal-hal yang menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah.
2. Untuk mengetahui solusi yang tepat dalam memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PENDIDIKAN
Menurut Hartoto (2008) terkait dengan batasan pendidikan yaitu Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam, dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang menjadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya. Diantara batasan tersebut yaitu 3:
a. Pendidikan sebagai Proses transformasi Budaya
Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Nilai-nilai budaya tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada tiga bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab, dan lain-lain.
b. Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi
Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Proses pembentukan pribadi melalui 2 sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri.
c. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara
Pendidikan sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.
d. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja
Pendidikan sebagai penyimpana tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran. Ini menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia.
e. Definisi Pendidikan Menurut GBHN
GBHN 1988(BP 7 pusat, 1990: 105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: pendidikan nasiaonal yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia dan berdasarkan pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk memingkatkan kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
2. Tujuan dan proses Pendidikan
Adapun tujuan dan proses pendidikan menurut Hartono (2008) adalah sebagai berikut3:
a. Tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dazn merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.
b. Proses pendidikan
Proses pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan, Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya , pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso, mikro. Adapun tujuan utama pemgelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.

B. UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
Proses pendidikan melibatkan banyak hal yaitu3:
1. Subjek yang dibimbing (peserta didik).
2. Orang yang membimbing (pendidik)
3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)
4. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)
5. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan)
6. Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode)
7. Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan)

Penjelasan:
1. Peserta Didik
Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.
Ciri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah:
a. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik.
b. Individu yang sedang berkembang.
c. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.
d. Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.
2. Orang yang membimbing (pendidik)
Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkunga yaitu lingkungankeluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masayarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran, latihan, dan masyarakat.
3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)
Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan manipulasi isi, metode, serta alat-alat pendidikan.
4. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)
a. Alat dan Metode
Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya. Alat pendidikan dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif.
b. Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung (lingkungan pendidikan)
Lingkungan pendidikan biasanya disebut TRI PUSAT PENDIDIKAN yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.

C. PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM
Pendidikan sebagai sebuah sistem terdiri dari sejumlah komponen. Komponen tersebut antara lain: raw input (sistem baru), output(tamatan), instrumentalinput(guru, kurikulum), environmental input(budaya, kependudukan, politik dan keamanan)3.
Untuk membahas kualitas pendidikan di Indonesia yang dikaitkan dengan unsur-unsur pendidikan dapat dilihat pada skema berikut yang menggambarkan bagaimana sistem dan proses pendidikan itu berlangsung.

PENJELASAN
 Input yang dimaksud dengan adalah peserta didik dengan asumsi dasar bahwa peserta didik ini adalah individu yang sedang berkembang dan individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi. Peserta didik ini akan memasuki sebuah sistem dan proses pendidikan menuju output yang berupa tamatan yang cerdas, berpengetahuan luas, subjek dalam transformasi budaya, tenaga kerja yang unggul, warga negara yang tidak bodoh dan terbelakang.
 Instrumental, ini merupakan sebuah proses pendidikan terhadap input yaitu peserta didik yang mana dipengaruhi oleh komponen dalam instrumental itu sendiri yaitu guru dan kurikulum serta environmental input yaitu linkungan budaya, kependudukan, politik, keamanan, dan keluarga. Pada bagian ini sangat mempengaruhi output yang akan dihasilkan apakah sukses atau gagal.
 Output, yang maksud ini adalah tamatan peserta didik, ada dua hal yaitu sukses atau gagal. Sukses yang dimaksud adalah tamatan yang mempunyai keunggulan, keterampilan, produktif, cerdas, dan berpengetahuan luas. Sedangkan gagal adalah tamatan yang mengalami masalah selama proses pendidikan, sehingga mereka tidak seperti pada tamatan yang sukses. Kelulusan seorang peserta didik belum menggambarkan apakah mereka sukses atau gagal dalam proses pendidikan, tetapi lebih kepada penyelesaian proses pendidikan atau telah melalui proses pendidikan.

Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah kualitas pendidikan dalam proses pendidikan telah memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan peserta didik menjadi tamatan yang sukses, tentu jawabannya adalah ya, lalu jika seperti itu, komponen mana yang punya pengaruh besar dalam sistem pendidikan itu, tentu jawabannya akan mengarah ke komponen instrumental (proses pendidikan).
Guru dan kurikulum adalah komponen penting dalam sebuah sistem pendidikan. Keberhasilan atau kegagalan dari suatu sistem pendidikan sangat dipengaruhi oleh dua faktor tersebut.
Guru adalah komponen penting dalam pendidikan. Di pundaknya siswa menggantungkan harapan terhadap pelajaran yang diajarkannya. Benci atau sukanya siswa terhadap suatu pelajaran bergantung pada bagaimana guru mengajar. Saya katakan bahwa guru adalah ujung tombak dalam sistem pendidikan. Sebagai ujung tombak, tentu kita sangat berharap kepada peran guru dan kharismanya di hadapan siswa.
Sekarang, mari kita tengok bagaimana peranan guru di kelas. Kita harus berani mengakui bahwa guru berperan besar dalam menjadikan sebuah pelajaran di sekolah sulit dan tidak menarik minat siswa untuk mempelajarinya. Menurut Bayu (2008) banyak guru yang tidak punya motivasi dan semangat untuk mengajar di kelas. Entah karena malas atau kurang menguasai materi pelajaran, sering guru tidak hadir di kelas dan kalaupun hadir tidak memberikan pelajaran sesuai dengan waktu yang tersedia. Sering waktu pelajaran di kelas diisi dengan mencatat ataupun mengerjakan tugas tanpa siswa diberi wawasan secukupnya tentang materi tersebut5.
Ada juga guru yang untuk menutupi kemalasannya dan ketidakmampuannya menguasai materi memberikan tugas kepada siswa untuk merangkum materi pelajaran atau membuat makalah dengan topik materi pelajaran yang akan diajarkan. Dengan siswa telah membuat rangkuman atau makalah guru menganggap siswa sudah mempelajari materi tersebut dan menganggap siswa sudah mampu menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan materi tersebut.
Guru yang lainnya, untuk menutupi kemalasannya dan kekurangannya, ada yang memanfaatkan otoritasnya dengan bersikap galak kepada siswa. Ini diharapkan dapat menarik perhatian siswa terhadap pelajaran yang diajarkannya sehingga guru akan lebih leluasa mengajarkan materi pelajaran. Tetapi, sikap ini malah menambah kebencian siswa kepada guru sekaligus juga terhadap pelajarannya. Tidak heran ada istilah guru killer untuk menyebut guru yang mempunyai sikap seperti ini, galak, kurang jelas dalam menerangkan materi, dan otoriter.
Dalam bidang pendidikan, kurikulum merupakan unsur penting dalam setiap bentuk dan model pendidikan yang mana pun. Tanpa adanya kurikulum, sulit rasanya perencana pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang diselenggarakannya. Mengingat pentingnya peran kurikulum, maka kurikulum perlu dipahami dengan baik oleh semua pelaksana kurikulum.Pada kenyataannya, sementara pihak memang ada yang memahami kurikulum itu hanya dalam arti kata yang sempit, yaitu kurikulum dipandang sebagai rencana pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna mencapai suatu tingkatan tertentu.
Jika demikian adanya, maka dinamika PBM serta kreativitas guru dan murid akan terhenti. Guru dan murid hanya terhenti pada sasaran materi yang dicanangkan pada buku kurikulum itu saja tanpa memperhatikan aspek lain yang telah berkembang begitu cepat di masyarakat. Di lain pihak memang ada yang memandang kurikulum dalam arti luas, yaitu kurikulum yang menyangkut semua kegiatan yang dilakukan dan dialami peserta didik dalam perkembangan, baik formal maupun informal guna mencapai tujuan pendidikan.
Beane (1986) membagi kurikulum dalam empat jenis, yaitu6:
1. Kurikulum sebagai produk,
2. Kurikulum sebagai program,
3. Kurikulum sebagai hasil belajar yang diinginkan, dan
4. Kurikulum sebagai pengalaman belajar bagi siswa.
Hal ini seiring dengan pendapat Said Hamid Hasan (1988) yang berpendapat bahwa setidak-tidaknya terdapat empat dimensi kurikulum, yaitu (a) kurikulum sebagai suatu ide atau konsepsi, (b) kurikulum sebagai rencana tertulis, (c) kurikulum sebagai suatu kegiatan atau proses, dan (d) kurikulum sebagai hasil belajar.
Kurikulum sekolah kita dalam arti produk masih mengandung banyak kerancuan. Sekolah-sekolah di tingkat SD, SMP, dan SMA serta SMK memiliki kurikulum yang amat sarat dengan mata pelajaran sehingga menjadi sangat sulit dan berat untuk dipelajari dan karenanya kurang disukai siswa.
Kurikulum dalam arti produk hanya seperti blueprint bagi suatu proses membangun sebuah gedung yang monumental. Bagaimanapun bagusnya blueprint yang telah disiapkan seorang arsitektur, blueprint tersebut akan tidak bermakna tanpa adanya pelaksana yang kompeten dalam bidang bangunan di lokasi gedung itu akan didirikan. Analog ini, kurikulum masih memerlukan intervensi dan kearifan seorang guru yang akan mengajarkannya di depan kelas.
Dengan demikian, guru dan kurikulum merupakan komponen penting dalam proses pendidikan menuju output yang sukses, karena kualitas pendidikan yang baik ditunjang oleh kualitas dari seorang guru dan kurikulum yang diterapkan. Akan tetapi perlu juga diketahui bahwa peran lingkungan sekitar termasuk sekolah, keluarga, masyarakat punya perang penting dalam proses pendidikan.
Dan tak lupa pula penulis tambahkan bahwa peserta didik juga punya andil dalam proses pendidikan, karena bagaimanapun itu guru dan kurikulum yang diterapkan kalau peserta didik memang tak mampu mengikuti proses itu dengan baik, maka outputnya tetap akan jelek. Hal ini bisa saja disebabkan karena kondisi fisik dan psisis peserta didik yang kurang bagus, oleh karena status gizinya kurang bagus. Penelitian membuktikan ada keterkaitan antara tubuh pendek dan tingkat kecerdasan. Bila sejak awal sudah tidak ada keseimbangan berat dan tinggi badan, maka akan berpengaruh pada pembentukan otak. Karena itu, kebutuhan gizi bayi sejak janin sampai usia lima tahun harus terpenuhi secara baik7.

BAB III
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
Adapun simpulan dari makalah ini berdasarkan rumusan masalah dan pembahasan di atas adalah sebagai berikut:
1. Kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh 2 komponen penting yaitu kualitas guru dan kurikulum yang diterapkan.
2. Untuk memperbaiki kualitas pendidikan di indonesia maka yang pertama diperbaiki adalah guru dan kurikulumnya. Selain itu perlunya peran aktif dari masyarakat, keluarga dalam mendukung proses pendidikan, dalam hal ini perbaikan gizi pelajar.

III.2 Saran
Saran penulis berkaitan dengan makalah ini dalam perbaikan kualitas pendidikan adalah perlunnya

1.Ricky Ekaputra Foeh.,MM. 2008. Mutu Pendidikan Kita Rendah, salah siapa …? http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/09/05/mutu-pendidikan-kita-rendah-yang-salah-siapa%e2%80%a6/ di akses pada tanggal 29 maret 2009.

2.Suyono. 2005. Meningkatkan Mutu Guru, dari Mana Dimulai? http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0501/10/Didaktika/1486927.htm, di akses pada tanggal 29 maret 2009.

3.Hartoto. 2008. Pengertian dan Unsur-unsur Pendidikan. Jurusan Kurikulum Dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.

4.Hartoto. 2008. Aliran-aliran Pendidikan. Jurusan Kurikulum Dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.

5.Bayu Sapta Hari. 2008. Guru dan Kurikulum dalam Sistem Pendidikan Nasional. http://netsains.com/2008/08/menyoroti-peran-guru-dan-kurikulum-dalam-sistem-pendidikan-nasional/ diakses pada tanggal 29 maret 2009.

6.Beane, J.A. and Toepfer, C.F. et al.; 1986; Curriculum Planning and Development; Boston; Allyn and Bacon.

7.Admin. 2007. Kebutuhan Gizi Pengaruhi Kecerdasan Anak. http://www.balita-anda.com/pdf.php?id=311 diakses pada tanggal 29 maret 2009.

~ by bohkasim on March 29, 2009.

7 Responses to “MUTU PENDIDIKAN, ANTARA KUALITAS GURU DAN KURIKULUM????”

  1. Salam Kenal

    Terima kasih telah peduli dengan tulisan saya, mohon diituliskan url saya.

    Hartoto

    http://www.fatamorghana.wordpress.com

  2. Great goods from you, man. I have understand your stuff previous to and you are just extremely excellent.

    I really like what you’ve acquired here, certainly like what you’re saying and the way in which you say it.
    You make it entertaining and you still care for to
    keep it smart. I can’t wait to read much more from you. This is actually a wonderful site.

  3. Simply desire to say your article is as astonishing. The clearness
    in your post is simply spectacular and i can assume you are an expert on this subject.

    Fine with your permission allow me to grab your RSS feed to keep up
    to date with forthcoming post. Thanks a million and please continue the
    gratifying work.

  4. If you would like to take a good deal from this paragraph then you
    have to apply these strategies to your won web site.

  5. I was wondering if you ever considered changing the layout of your
    website? Its very well written; I love what youve got to say.
    But maybe you could a little more in the way of content so people could
    connect with it better. Youve got an awful lot of text for only
    having one or two pictures. Maybe you could space it out better?

  6. Good info. Lucky me I discovered your website by chance (stumbleupon).

    I have bookmarked it for later!

  7. If some one desires expert view concerning blogging afterward
    i recommend him/her to visit this webpage, Keep up the good work.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: