10 Systems of Human Performance Technology

10 Systems of Human Performance Technology
Membangun system manajemen Sumber Daya Manusia melalui 10 Pilar SDM

I. Recruitment Sistem
A. Set up job profile : menetapkan tujuan dan karakteristik pekerjaan.
B. Analisa Jabatan : menyesuaikan dengan susunan organisasi departemen.
C. Design Advertising : membuat ‘template’ desain iklan.
D. Strategi Pencarian : membangun networking dengan bursa tenaga kerja dengan outsourcing.
E. Pedoman Pelamar : membuat kriteria dan indikator, formulir lamaran.
II. Selection System
A. Metode Seleksi : biodata, referensi, kepribadian, keahlian, wawancara, grafologi.
B. Integrated Assessment : menyatukan beberapa hasil assessment menjadi satu kesimpulan.
C. Standard Interview : formal, panel, informal, terstruktur, perilaku, situasional.
D. Tawar-menawar : umpan balik.
E. Matrikulasi Keputusan : prestasi, pengalaman, karakter, keahlian, lingkungan, mental.
III. Orientation System
A. Business Overview
B. Company Profile : struktur organisasi, susunan departemen, lokasi, cabang.
C. Vision & Mission : tujuan perusahaan, arah perusahaan, alasan, keberadaan.
D. Values & Ethic : nilai-nilai kerja, boleh dan tidak, etika kerja & profesionalisme.
E. Role & Policy : peraturan kerja dan kebijaksanaan kerja.
F. Job desk & Job res : tanggung jawab kerja dan pertanggungjawaban kerja.

IV. Training dan Development
A. Need Analysis : analisa posisi, tugas, jabatan, kompetensi yang dibutuhkan.
B. Curicullum : jenis-jenis training yang dibutuhkan, motivasi, pengetahuan keahlian.
C. Training Matriculation : jadwal training antar jabatan dan wilayah agar tidak mengganggu proses kerja.
D. Methodology of Training : experiential, interactive, role play, case study.
E. After Training Services : program follow up setelah training beserta evaluasinya.
V. Remuneration System
A. Struktur golongan jabatan : kompleksitas pekerjaan, akuntabilitas kinerja, kompetensi utama.
B. Struktur kompensasi : minimum range, titik tengah, maximum range, effektivitas gaji.
C. Perpajakan karyawan : Effisiensi pajak, PPh 21
D. Sistem Insentif : imbalan atas prestasi dengan sistem memotivasi.
E. Tunjangan Karyawan : jenis-jenis tunjangan berdasarkan tahun kerja.
F. Pembayaran dan pinjaman : lewat bank, persyaratan pinjaman, batas pinjaman.
VI. Mediation System
A. Komunikasi Internal & Eksternal : hubungan antara pusat dan daerah, antara perusahaan dengan organisasi luar dan
antar departemen.
B. Conflict Management : menguasai teknik mengetahui sumber konflik dan teknik menyelesaikan konflik.
C. Integrated Information System : sistem pengumpulan dan penyaluran informasi terpadu.
D. Sosialisasi Kebijaksanaan dan peraturan baru : antar pusat dan daerah dan antar departemen.
VII. Coaching System
A. Strategi Supervisi : pengawasan dan koreksi secara berkala dan komprehensif.
B. System Mentoring : sistem pengayoman dan pendidikan secara seimbang.
C. System Delegasi : I do you watch => You do I watch.
D. Transfer Keahlian : tahapan pemindahan keahlian hingga mencapai standar.
VIII. Counseling System
A. Strategi Konseling : mengantisipasi ‘turn over’ SDM dalam perusahaan.
B. Teknik Konseling : teknik mendengarkan, teknik bertanya, teknik memberi nasehat.
C. Area Konseling : pengelompokan dan jalur – jalur peserta konseling.
D. Lokasi konseling : penentuan lokasi konseling per daerah masing-masing.
E. Peran Konselor : penunjukan para konselor yang berkompeten per daerah masing-masing
IX. Appraisal System
A. Performance Appraisal : penilaian kinerja secara pribadi maupun kelompok.
B. Tools of Appraisal : 360o feedback dan character development questioner.
C. Standard Appraisal : matrikulasi penilaian keahlian, karakter, hasil.
D. Sisdur Appraisal : pelaksanaan dan penentuan petugas appraisal secara sistematis.
E. Award, Reward & Penalty : sistem penilaian kualitas pribadi dan kualitas kerja seseorang dan diimbangi dengan     sistem pendisiplinan kerja.
IX. Termination System
A. Pengelompokan jenis-jenis pelanggaran : terhadap sisdur, standar, etika, modal dan nilai-nilai.
B. Standarisasi pelanggaran : aturan kebijaksanaan dan batasan pelanggaran.
C. Tingkat-tingkat pendisiplinan : aturan surat peringatan tingkat I, II, & III.
D. Metode Pendisiplinan : kapan lisan dan kapan tulisan dan bagaimana.
E. Otomatisasi Terminasi : sosialisasi aturan terminasi.
F. Peraturan Tenaga Kerja : integrasi dengan aturan Depnaker.

~ by bohkasim on December 22, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: