Hasrat yang Sejati

The True Passion ( Hasrat yang Sejati )

Mr Jakoep Ezra and Mrs. Jajoek Ezra

Apa yang membedakan antara sesuatu yang diperoleh karena usaha / jerih lelah dan sebuah pemberian ? Jawabnya adalah dari nilai pengorbanan yang harus dibayar. Sebuah pemberian diperoleh dengan cuma-cuma. Tetapi keberhasilan yang diperoleh karena jerih payah lahir dari suatu tekad dan hasrat. Itu berarti ada sikap kesediaan dan kesiapan untuk membayar harganya.

Apa harapan dan cita-cita dalam hidup kita ? Banyak keinginan sepintas yang tidak realistis, sekedar mengumbar kesenangan karena banyaknya tawaran menarik di sekitar kita, hanya memberi mimpi-mimpi sesaat. Sebaliknya sebuah keinginan yang jelas, tepat guna dan realistis akan membangun hasrat kuat dalam diri kita untuk mencapai tujuan itu.

Kita perlu menemukan tujuan hidup dan cita-cita kita yang sesungguhnya agar dapat membangun tekad dan keinginan kuat untuk dapat meraih dan mewujudkannya. Bersikap jujur dan menemukan jati diri kita sendiri akan membawa kita memiliki sebuah Hasrat Sejati yang memotivasi kita untuk mencapai kesuksesan.

Materi Smart Character Radio talk kali diawali dengan lagu Go The Distance dari Michael Bolton:

Down an unknown road
To embrace my fate
Though the road may wander
It will lead me to you
And a thousand years
Would be worth the wait
It may take a lifetime
But somehow I’ll see it through

Lagu ini sangat puitis dan tidak bisa diartikan secara harafiah saja. Lagu ini memiliki arti bahwa untuk mencapai True Passion, jarak dan waktu sepanjang apapun pasti akan tetap dapat dilewati.

A.  Memahami arti True Passion

Membedakan antara Hasrat Sejati dengan keinginan biasa melalui sudut pandang Karakter. Jika hanya sebuah keinginan maka:

  1. Tidak harus ada proses.
  2. Tidak tahan uji.
  3. Tidak harus ada fokus.
  4. Tidak harus ada pengorbanan.

5 Karakter Dasar True Passion:

  1. Karakter Determination : Memiliki tujuan yang jelas.
  2. Karakter Clear Motive : Memiliki motivasi yang benar. Orang yang berkarakter baik selalu memiliki motivasi dalam perkataan maupun perbuatannya.
  3. Karakter Sacrifice : Jika sudah memiliki tujuan yang jelas, motivasi yang benar tapi tidak memiliki pengorbanan maka menjadi sia-sia.
  4. Karakter Focus : Memiliki fokus yang pasti dan jelas. Contoh: Ketika sedang berbelanja dan kita kehilangan fokus karena tergoda melihat apa yang bukan menjadi tujuan kita.
  5. Karakter Endurance : Pantang menyerah, tahan uji, dan tekun.

Cara untuk menguji True Passion yang kita miliki adalah melalui tantangan. Tantangan datang dari situasi, orang atau lingkungan sekitar dan keluarga. Tidak ada hasrat yang tidak bisa diekspresikan. Orang-orang sekitar kita pasti bisa melihat hasrat yang kita miliki. Melalui body language dan perkataan kita. Contoh: jika kita memiliki keinginan untuk makan makanan kesukaan kita, dimanapun dan sejauh apapun tempatnya pasti akan kita datangi. Keinginan tersebut sangat terlihat jelas apalagi sebuah Hasrat Sejati.

Seorang Leader atau Pemimpin harus memiliki Hasrat Sejati. Kepemimpinan bukan berbicara mengenai gender namun berbicara mengenai fungsi kepemimpinan.

B. Apa akibatnya jika kita kehilangan hasrat yang sejati ?

  1. Kehilangan motivasi dan arah hidup: Mudah dipengaruhi dan tidak tahu apa yang ingin dicapai dalam hidupnya.
  2. Mudah menyerah: Jika kehilangan motivasi dan arah hidup maka kita bisa menjadi orang yang berkarakter mudah menyerah. Orang yang mudah menyerah rentan dengan tantangan, tidak memahami tujuan hidupnya dan memiliki daya tahan yang tidak kuat.
  3. Sulit berkompetisi: Tidak memiliki daya juang yang kuat atau sense of comphetence. Orang seperti ini tidak akan menjadi siapa-siapa atau tidak akan pernah mencapai apa-apa dalam hidupnya.

C. Penghalang dari True Passion

Penghalang yang terutama datang dari diri sendiri. Sangat sulit untuk membedakan antara apa yang kita inginkan dengan Hasrat Sejati yang benar. Contoh: Sebuah keluarga yang kurang mampu, memiliki 10 orang anak.  Anak ke-4 keluarga tersebut memiliki Passion yang sangat kuat. Passion itu terlihat setiap kali dia ada mobil lewat di depan rumahnya, dia selalu berucap: “Saya harus punya mobil, suatu saat saya punya mobil.” Sampai suatu saat anak ini mencapai yang dia inginkan. Namun bukan hanya mobil yang dia dapat tapi sekarang ini dia juga menjadi salah satu manager dari sebuah perusahaan besar di Jakarta. Saat ini dia menjadi orang yang sukses berkat Hasrat Sejati yang benar tanpa kehilangan fokus dan berani untuk berkorban. Adapun beberapa penghalang tersebut, antara lain:

  1. Kehilangan fokus
  2. Tidak memiliki prioritas
  3. Putus asa
  4. Tidak realistis
  5. Mimpi tanpa tindakan
  6. Tidak percaya diri
  7. Takut gagal
  8. Ikut-ikutan
  9. Mudah bosan
  10. Tidak tekun / konsisten

D. Kesimpulan

  1. Bagaimana menyesuaikan antara keinginan pribadi, keluarga dan pekerjaan?
    1. Passion memiliki arah. Jika orang di sekeliling kita belum memiliki arah yang sama maka kita harus mengkomunikasikan dengan mereka.
    2. Passion memiliki halangan. Halangan bukan tanda untuk berhenti, halangan merupakan tantangan untuk dikelola dengan baik.
  2. Bagaimana mengembangkan True Passion? Dalam mencapai sebuah tujuan Passion dan kegigihan merupakan suatu bagian yang tidak bisa dipisahkan. Jadi jika anda memiliki Passion harus diperjuangkan sehingga Passion tersebut menjadi kenyataan.

E. Pertanyaan dan Sharing

1. Pertanyaan, Ibu Nancy: Apakah tipe temperamen dan karakter seseorang mempengaruhi hasrat mereka ?

Jawab:
Benar, temperamen kita merupakan genetika dasar yang mempengaruhi hidup kita. Menurut survey hanya 3% yang secara alamiah memiliki Hasrat Sejati. Sedangkan yang 70% Hasrat Sejatinya mudah runtuh walaupun sudah dibangun. Kalau tidak memiliki Hasrat Sejati orang tersebut lebih mudah pesimis, kehilangan prioritas dan menjadi orang yang sia-sia dibandingkan orang-orang yang mau membangun Hasrat Sejatinya.

2. Pertanyaan, Bp Andri: Bagaimana menghubungkan Hasrat Sejati, masa lalu, kekuatan kata-kata dan visualisasi goal agar cita-cita kita tercapai?

Jawab:
Masa lalu mempengaruhi motivasi kita. Motivasi kita merupakan salah satu Karakter dari Hasrat Sejati. Masa lalu terdiri dari:
a. Impresif: Harus diambil spiritnya.
b. Traumatis: Harus diambil hikmahnya.

Kekuatan hati diuji dengan fokus. Contoh: Jika kita sudah memiliki keinginan untuk menikah, maka kita harus lebih fokus pada pasangan bukan melirik kiri dan kanan. Visualisasi berbicara mengenai determintation yang jelas. Hubungan antara yang satu dan lainnya adalah semuanya berada di dalam Hasrat yang Sejati dan sangat dibutuhkan.

3. Sharing, Bp Kaiwa: Manakah yang benar untuk menggambarkan Hasrat yang Sejati? Apakah ilustrasi seorang anak yang di tutup kepalanya sehingga menjadi pemberontak atau seperti kuda yang ditutup matanya supaya lebih fokus?

Bp Rudi: Apa perbedaan Passion dengan kemelekatan hidup? Dan bagaimana jika Passion itu membuat kita tidak bahagia?

Jawab:
Hasrat itu sebenarnya bukan sekedar hasrat, tapi harus memiliki bukti atau buah atau alat uji. Orang yang tidak pernah mengenal lelah kalau motivasinya benar, boleh disebut Hasrat Sejati. Kalau sampai menciptakan ketidak bahagiaan maka yang harus dikoreksi adalah motivasinya. Karena ke 5 dasar Karakter di atas masing-masing harus seimbang. Determination baik atau buruk ditentukan oleh motivasinya, motivasi ditentukan oleh pengorbanan atau Sacrifice. Pengorbanan bisa berarti jika kita memiliki fokus. Kita bisa fokus jika kita tahan uji. Jadi jika saya disuruh menilai ilustrasi mana yang benar, tentu saja penilaian saya akan menjadi terlalu subyektif. Saya tidak bisa menyalahkan ilustrasi yang pertama, ilustrasi mengenai seorang anak yang menjadi pemberontak karena kepalanya ditutup. Jika dia memliki ke 5 dasar Karakter di atas, maka dia dapat melakukan True Passion dengan benar melalui motivasi dan kerja tanpa lelah. Hasil yang akan didapat pasilah kebahagiaan. Jika dilakukan namun tetap saja tidak bahagia, maka kemelekatan tersebut harus dihentikan atau tidak perlu dilakukan. Jangan sampai hasrat tersebut menyalahi tujuan hidup yang sebenarnya. Ada orang yang mengorbankan tujuan hidupnya demi mewujudkan Hasrat Sejatinya. Itu bukanlah Hasrat Sejati yang benar. Motivasi yang dimiliki pasti tidak benar.

4. Pertanyaan, Bp Ari: Apakah orang yang visioner bisa dipastikan memiliki True Passion?

Jawab:
Belum tentu. Visioner itu adalah kemampuan untuk melihat jauh, determination. Itu hanya merupakan salah satu dari ke 5 dasar Karakter.

5. Pertanyaan, Bp Ventje: Saya bekerja di perusahaan keluarga. Saya merupakan salah satu leader di dalam perusahaan tersebut. Hasrat saya sangat besar untuk mengembangkan perusaahan ini. Salah satu caranya adalah dengan berhutang. Saya memiliki tim kerja yang mendukung. Saya tipe leader yang kurang teliti namun terbuka.

Jawab:
Ada 3 cara yang harus di ikuti:
a. Planning yang kuat: Ada plan A dan plan B. Planning yang kuat lahir dari Karakter Awareness.
b. Selalu ada Quality Control: Namun yang dimaksud bukan hanya kontrol produk saja tapi juga hasil kerja kita.
c. Perhitungan BEP, harus ada budgeting dan forecasting.

Jika sudah memiliki perhitungan-perhitungan di atas, maka melalui berhutang tidak apa-apa.

6. Pertanyaan, Bp Riki: Bagaimana menjadi pribadi yang netral di tengah-tengah pihak yang berselisih?

Jawab:
a. Memiliki spirit of mediator harus memiliki True Passion dan harus tuntas dalam membantu penyelesaian pihak yang berselisih.
b. Karakter formal dan informal. Tidak bisa hanya melalui lobby atau formalitas saja, namun harus disertai dengan ketulusan. Ketulusan tersebut lahir dari True Passion.
c. Pertahankan posisi anda di tengah. Pihak yang berselisih pasti mencoba untuk mempengaruhi anda dengan cara yang sakit atau juga menyenangkan.
d. Kenali juga sumber konflik dan selesaikan dengan cara fokus terhadap sumber konflik tersebut. Beberapa sumber konflik sudah pernah dibahas di Smart Character diantaranya: Hubungan, Data, Nilai, Struktural, dan lain-lain.

7. Pertanyaan, Bp Wawan: Saya tipe orang yang selalu menerima atau ’nerimo’ dan tidak berambisi. Bagaimana caranya untuk lebih bergairah dan bersemangat dalam hidup?

Jawab:
Bersahabatlah dengan orang yang memiliki Karakter yang berbeda dengan anda. Sahabat yang bersemangat, tidak selalu nerimo dan bisa menerima anda apa adanya.

8. Pertanyaan, Ibu Herlina: Apa yang harus dilakukan agar hasrat yang kita miliki tidak surut?

Jawab:
True Passion dapat dipelihara melalui 3 hal yaitu:
a. Fokus dan determination.
b. Apresiasi dari diri sendiri dan orang lain.
c. Evaluasi dari hasil-hasil yang kita dapat.

9. Pertanyaan, Bp Budi: Bagaimana cara menggali dan menemukan Passion kita? Apakah bisa diketahui sejak dini atau lahir dan apakah itu bisa dikembangkan?

Jawab:
Passion mulai ada saat kita memiliki pengertian atau nalar, motivasi, determination. Seorang anak kecil belum bisa dikatakan berhasrat karena belum memiliki determination yang kuat. Passion bisa dibangun dan dilatih dengan benar sejak kecil melalui penggambaran diri yang benar.

F. Words of Wisdom.

1. The quality of what we expect determines the quality of our actions.
2. No gain without pain, no vision without passion.
3. Only passion will empower the vision beyond mission.
4. Kegairahan dan kegigihan adalah saudara kembar untuk mencapai tujuan.
5. Harapan yang tertunda menyedihkan hati tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.
6. Keinginan orang benar mendatangkan kebahagiaan semata-mata.

~ by bohkasim on December 22, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: