Memecahkan Masalah

Solving the Problems ( Memecahkan Masalah )

Mr Jakoep Ezra and Mrs. Jajoek Ezra

Banyak masalah yang mungkin harus dihadapi sebelum kesuksesan akhirnya menjadi milik kita. Kesuksesan tidak akan datang dengan sendirinya tanpa usaha yang sungguh-sungguh. Banyak hal yang harus dilakukan untuk mencapai keberhasilan. Tentu saja tidak seorangpun yang suka dengan masalah, jadi kita sebaiknya tidak perlu mencari masalah. Namun sebaliknya, masalah bukan pula merupakan musuh yang harus dihindari. Jika ada masalah, sebaiknya kita berusaha mencari jalan untuk memecahkan masalah tersebut dan menemukan solusinya.

Materi Smart Character Radio talk malam ini membahas lagu Save The Best for Last dari Vanessa William:

I wondered how you’d make it through
I wondered what was wrong with you
Cause how could you give your love to someone else
And share your dreams with me
Sometimes the very thing you’re looking for
Is the one thing you can’t see
Sometimes the snow comes down in June
Sometimes the sun goes round the moon
Just when I thought our chance had passed
You go and save the best for last

Lagu ini mengingatkan kita bahwa sesuatu yang terbaik disimpan sampai pada akhirnya. Apapun harus kita hadapi dan pada akhirnya kita akan mendapatkan yang terbaik.

Menghadapi masalah dengan sikap yang positif akan memicu kreatifitas dan potensi kita. Menemukan solusi atas suatu masalah akan memberikan kelegaan dan kepuasan hati. Berbagai penemuan besar telah dicapai berkat ketekunan dari para penemu justru ketika mereka menghadapi banyak kendala dan masalah. Pemecahan masalah merupakan langkah-langkah kreatif dari anak tangga kesuksesan. Jadi, solusi permasalahan kita akan datang dari usaha-usaha kita memahami akan pemecahan masalah tersebut.

A.  Apa akibat dari masalah-masalah yang tidak dipecahkan?

  1. Jika kita menunda penyelesaian masalah yang kita hadapi maka akan menimbulkan berbagai masalah baru ( akumulasi efek gunung es ).
  2. Masalah tersebut akan memperbesar resiko yang akan dihadapi.
  3. Kita akan mengalami stagnasi, kebingunan saat harus memutuskan jalan mana yang harus dipilih.

B. Apa manfaat jika kita memiliki kesiapan menghadapi masalah ?

  1. Masalah selalu ada. Saat kita merasa tidak memiliki masalah justru saat itulah kita sedang bermasalah. Karena sikap kita yang cuek, hati yang dingin atau mati rasa. Memiliki prediksi dan dapat mengantisipasi keadaan dengan lebih baik merupakan salah satu manfaatnya.
  2. Tingkat resiko dan kegagalan yang fatal dapat diminimalkan. Resiko tidak akan semakin fatal jika kita memiliki kesiapan menghadapi masalah.
  3. Ada rencana alternatif dan solusi terbaik saat menghadapi masalah. Seperti alternatif yang terbaik, alternative yang terburuk atau alternatif menengah.
  4. Tetap memiliki rasa percaya diri dan optimisme yang positif.
  5. Tidak merasa panik atau mengalami kekacauan.
  6. Memiliki daya tahan yang lebih, tenang dan mampu untuk tetap survive walaupun masalahnya belum selesai.

C. Sumber dari Permasalahan
Berdasarkan survey Asosiasi Mediasi Internasional terdapat 5 sumber permasalahan, yaitu:

  1. Perbedaan Nilai atau Values:
    Ada orang yang memiliki nilai ketat (kaku) dan ada orang yang memiliki nilai
    longgar (kompromi).
  1. Hubungan:
    Permasalahan hubungan antara atasan dan bawahan, suami dan istri, orang tua dan anak, dan hubungan persahabatan. Berbagai macam hubungan di atas seringkali terjadi karena komunikasi, emosi, motivasi yang berbeda, ego, asumsi dan sebagainya. Tapi jika ditarik benang merahnya maka penyebabnya adalah permasalahan iri hati, dengki, ketidak jujuran, fitnah, tidak terbuka atau pengkhianatan.
  1. Kepentingan atau Interest:
    Banyak orang memiliki kepentingan dan interest yang berbeda-beda. Kepentingan
    dan interest tidak mungkin bisa langsung diungkapkan apa adanya. Contoh:
    Dalam kepentingan politik, diperlukan diplomasi dan lobi-melobi untuk bisa
    mengungkapkan kepentingannya. Ada orang yang memiliki temperamen seperti
    politikus. Dan dinyatakan orang-orang yang memiliki temperamen seperti politikus
    di atas 70%. Jika kepentingan-kepentingan itu tidak diungkapkan dengan baik maka
    tidak menutup kemungkinan terjadi masalah.
  1. Perbedaan Struktur atau Tingkatan:
    Contoh: Ada orang tua yang tersinggung karena yang lebih muda dianggap tidak
    tahu berterima kasih, sebaliknya yang lebih muda menganggap yang tua tidak mau
    berubah, keras kepala, kuno dan sebagainya. Ada pula atasan yang marah kepada
    bawahannya karena dianggap memberontak.
  1. Data atau Informasi:
    Contoh: Ada permasalahan antara atasan dan bawahan. Suatu waktu ada sms
    yang tidak masuk karena jaringan operator yang hang. Tanpa disadari komunikasi
    pesan lewat sms merupakan komunikasi yang sangat rentan. Informasi yang ingin
    disampaikan lewat sms tersebut yaitu setelah jam kerja ada rapat penting yang
    harus dihadiri. Karena sms tersebut tidak diterima maka bawahannya tersebut
    langsung pulang. Keesokannya keluarlah surat pemecatan. Masalah datang bukan
    hanya dari manusia saja tapi bisa dari informasi atau data.

D. Barriers dari Solving the Problems

  1. Pesimis
  2. Takut salah
  3. Takut mengambil resiko
  4. Mudah menyerah
  5. Mengabaikan masalah / fakta
  6. Masa bodo
  7. Tidak percaya diri
  8. Kurang kreatif

E. Kemampuan yang harus dimiliki sebelum terjadi masalah

  1. Self Control: Kemampuan untuk menguasai diri secara emosi, pikiran dan tindakan.
  2. Self Awareness: Kemampuan untuk bisa mengerti keadaan diri sendiri dan mengevaluasi diri.
  3. Self Adaptive: Kemampuan untuk beradaptasi. Memang tidak selalu mudah beradaptasi. Tapi kita membutuhkan Karakter untuk mampu untuk beradaptasi, walaupun bersifat temporary. Artinya pada waktu terjadi masalah kita pasti bisa menghadapinya karena kita memiliki penguasaan diri, terlatih untuk tidak tidak langsung reaktif tapi responsif (bertanggung jawab).

Sikap Karakter yang diperlukan dalam memecahkan masalah :

  1. Positif
  2. Kreatif
  3. Inisiatif
  4. Inovatif
  5. Efektif

F. Kesimpulan

Mari kita mengasah 3 sikap untuk dapat memecahkan masalah:

  1. Self Control, melalui sikap ini kita bisa menjadi orang yang responsif bukan reaktif.
  2. Self Awareness, tidak sombong tapi hati-hati, mengerti orang lain, menahan diri, dan mengevaluasi diri artinya tidak bertindak cepat, menghakimi tanpa data yang pasti. Karena Kebijakan itu lahir dari pertimbangan dan pertimbangan lahir dari Self Awareness.
  3. Self Adaptive, tidak mungkin dalam hidup kita tidak fleksibel. Karena kabel yang tidak lagi fleksibel bukan lagi kabel tapi besi. Dan besi itu menyakitkan.

G. The Words of Wisdom

  1. The best way to escape from a problem is to solve it.
  2. Setiap pemecahan masalah akan menjadi aturan yang bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah lainnya. ( René Descartes )
  3. Orang yang positif akan melihat masalah sebagai sebuah peluang.
  4. Selalu ada jalan keluar meskipun harus berbalik arah.
  5. Masalah yang dihadapi tidak pernah melampaui kemampuan kita untuk menyelesaikannya.
  6. Masalah merupakan pemicu kreatifitas.

H. Pertanyaan dan Sharing

1. Pertanyaan, 081144xxx: Saya memiliki 2 tipe karyawan, tipe 1 cepat dalam mengambil keputusan dan tipe 2 lambat dalam berkeputusan dengan prinsip tidak mau melakukan sesuatu setengah-setengah.

Jawab:

  1. Beri tugas yang sesuai dengan Karakter mereka. Contoh: Tipe yang cepat mengambil keputusan beri tugas seperti sales marketing dan tipe yang lambat beri tugas sebagai quality control, accounting atau administrasi.
  2. Disatukan dalam 1 tugas dengan synergi. Contoh: Ketika harus melakukan tugas luar kantor maka tipe yang cepat mengambil keputusan harus ditunjang dengan tipe yang lambat atau yang teliti dan berhati-hati. Sebaliknya tipe yang lambat harus ditunjang dengan tipe yang cepat dalam mengambil keputusan.
  3. Jika kedua hal di atas tidak memungkinkan maka lakukan secara team work: Tunjanglah dengan tim yang saling mendukung dalam pekerjaan. Masukkan tipe 1 dalam tim yang tim yang bisa menolong dia dalam ketelitian dan kehati-hatian. Dan tipe 2 berikan tim yang menunjang dan cepat dalam berkeputusan.
  4. Paksakan untuk berfungsi: Walaupun temporaray tapi bisa dilakukan sekali-kali. Paksakan yang cepat untuk teliti dan hati-hati, dan paksakan juga yang lambat untuk bergerak cepat.

2. Sharing, Bp Taufik Kasmar: Masalah adalah kawan, Apakah tepat?

Jawab:
Pemikiran Bp adalah salah satu bentuk dari self adaptive. Menurut saya benar, karena pemikiran itu termasuk juga dari pemahaman dari Problem Solving. Kita tidak dapat menghindari masalah tapi dapat menikmatinya.

3. Pertanyaan, Bp Ricky: Setiap masalah itu ada opportunity. Latar belakang saya adalah seorang sales. Namun saat ini saya diminta juga untuk menangani bagian administrasi. Pimpinan saya memiliki karakter yang menganalisa, pemikir, dan butuh data. Bagaimana saya menyampaikan pada pimpinan ketidaksukaan saya supaya beliau tidak tersinggung?

Jawab:

  1. Cari waktu yang tepat untuk berbicara dengan pimpinan anda. Sebelum memulai pekerjaan atau setelah makan siang.
  2. Siapkan data yang kuat dan lengkap. Data yang menunjang alasan Bp.
  3. Harus bisa menyakinkan pimpinan, tidak boleh ragu-ragu dalam penyampaiannya.

4. Pertanyaan, Yani: Saya memiliki atasan yang agak kaku, kurang fleksibel dan sulit untuk menerima masukan orang lain. Di dalam briefing saat terjadi perbedaan-perbedaan argumen dan kita berusaha untuk mengklarifikasi argumennya, dia justru tidak mau menerimanya. Apa solusi terbaik yang bisa Bp Jakoep berikan pada saya?

Jawab:

  1. Ambil waktu bertemu yang informal seperti di luar jam kerja.
  2. Penggunaan kata-kata yang informal. Dalam berkomunikasi menggunakan questioning technique seperti, Apa pendapat Bp?
  3. Datangi secara personal jangan berdua atau beramai-ramai. Dia akan merasa seperti diserang.

5. Sharing, Rena: Tidak ada masalah dengan masalah, karena yang menjadi masalah itu adalah cara kita yang salah dalam menyikapinya.

Jawab:
100% Benar. Kalau kita tidak bisa menyikapi masalah dengan Karakter bijak maka kita disebut orang reaktif. Masalah menjadi tidak masalah jika kita hadapi dengan bijak, maka kita disebut orang yang responsif.

6. Pertanyaan, Bp Rahman: Terkadang masalah terpecahkan dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Ketika saya menjaga jarak dengan permasalahan itu justru dapat terselesaikan. Bagaimana pendapat Bp?

Jawab:
Pendapat saya, memang ada masalah-masalah yang selesai sendiri dengan berjalannya waktu. Tapi jika kita melihat 5 sumber masalah di atas tidak semuanya bisa terselesaikan dengan berjalannya waktu. Contoh: Masalah data atau informasi harus dikonfirmasi. Dan masalah struktur atau tingkatan harus diklarifikasi.

7. Pertanyaan, Bp Andi: Apakah ada persyaratan tekait diri kita untuk menjadi sukses?

Jawab:
Dalam buku kami Success Through Character, saya menuliskan jangan membandingkan kesuksesan kita dengan orang lain tapi bandingkan dengan potensi, bakat dan talenta yang kita miliki. Kalau kita memiliki 10 bakat dan baru digunakan 5 bakat maka kita belum sukses. Tapi jika kita memiliki 5 bakat dan kita menghasilkan 10 hal maka kita sudah mencapai kesuksesan.

8. Pertanyaan, Bp Wawan: Saya seorang supervisor, saya memiliki atasan yang tidak mau menegur langsung ketika saya salah. Justru dia menjelek-jelekkan saya pada bawahan saya.

Jawab:
Ini merupakan masalah hubungan. Jika kita sudah dijelek-jelekkan berarti sudah timbul asumsi jelek tentang diri kita. Saran saya harus ada konfirmasi supaya tidak ada asumsi. Caranya cari waktu informal untuk berbicara dengan atasan anda. Lakukan dengan rendah hati dan tanyakan apa salah anda?

9. Pertanyaan, Titik: Saya memiliki masalah hubungan dengan teman saya, tapi teman saya merasa tidak bersalah dan tidak merasa ada masalah dalam hubungan kita. Saya sudah mencoba berbicara beberapa kali tapi masalah belum selesai juga. Yang muncul masalah lain lagi. Bagaimana akhirnya semua masalah saya bisa selesai?

Jawab:
Masalahnya ada perbedaan Karakter antara anda dan teman anda. Teman anda memiliki Karakter yang dominan, tidak empati dan kurang sensitif terhadap kebutuhan orang lain. Sedangkan Karakter anda adalah Karakter yang sangat detail, sangat sensitif dan hati-hati. Saran saya:

  1. Harus ada mediator atau orang ketiga. Sampaikan lewat orang ketiga bahwa ada masalah dalam hubungan kalian berdua.
  2. Sampaikan persoalan anda lewat tulisan atau sms.
  3. Lewat suasana informal, bicarakan dari hati ke hati.
  4. Jika belum berhasil dan selesai maka anda break dulu berhubungan dengan dia. Sampai dia menyadari dan bertanya atau menghubungi anda. Barulah dibicarakan kembali.

~ by bohkasim on December 22, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: