Memperhitungkan Resiko

The Risk ( Memperhitungkan Resiko )

Mr Jakoep Ezra and Mrs. Jajoek Ezra

Pepatah mengatakan, jika kita tidak pernah mengambil resiko maka kita kelak akan menerima segala resiko. Pada umumnya kita semua tidak menyukai resiko dan seringkali berusaha untuk menghindarinya. Namun adakah hal yang tidak beresiko sama sekali ? Karena ternyata setiap keputusan dan tindakan kita mengandung konsekuensi dan resiko.

Jadi menghindari resiko bukanlah suatu solusi atau pilihan yang bijaksana. Namun bagaimana kita dapat memperhitungkan resiko yang akan dihadapi dengan pertimbangan yang matang dan akurat. Sikap yang tergesa-gesa tanpa berpikir panjang seringkali dapat berakibat fatal. Sikap reaktif dan tindakan nekad tanpa perhitungan justru memperbesar resiko kerugian dan bahaya yang dapat terjadi. Sebaliknya rasa takut dan kebimbangan membuat kita sulit untuk mengambil tindakan yang tepat dalam memanfaatkan peluang

Untuk itu dibutuhkan data akurat dan analisa yang tepat untuk memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi. Karena tanpa resiko tidak ada kehidupan sama sekali. Setidaknya kita harus memperhitungkan resiko itu dengan sikap yang waspada, penuh pertimbangan dan keberanian untuk menerima konsekuensinya.

Materi Smart Character Radio talk malam ini membahas lagu Hero dari Il Divo:

And then a hero comes along
with the strength to carry on
and you cast your fears aside
and you know you can survive.

So, when you feel like hope is gone
look inside you and be strong
and you’ll finally see the truth
that a hero lies in you.

Ada semangat kepahlawanan dalam diri kita dan itu melahirkan kekuatan yang bisa
membuat kita lebih tabah dan kuat. Di dalam kehidupan pasti ada persoalan-persoalan yang akan menimbulkan ketakutan. Namun itulah resiko yang harus kita hadapi selama kita hidup di dunia. Dengan semangat kepahlawanan kita bisa mengelola ketakutan dan kita akan bisa bertahan menghadapi resiko-resiko kehidupan.

A. Resiko yang harus dihadapi dalam kehidupan

  1. Resiko Bisnis : Dengan semua kompetisi yang begitu ketat resiko menjadi semakin bertambah. Kita tidak bisa memprediksi resiko baik bagi pemilik perusahaan maupun karyawan.
  2. Resiko Keuangan : Keuangan tidak bisa berdiri sendiri. Keuangan berhubungan dengan kondisi seperti inflasi, laju inflasi dan pengadaan barang. Misalnya jika gaji kita saat ini sama dengan tahun lalu berarti kita mengalami penurunan. Dengan kata lain kita memiliki resiko dalam keuangan.
  3. Resiko dalam pengambilan keputusan : Setiap hari kita harus mengambil keputusan. Menurut survey setiap hari tidak kurang dari 500 keputusan yang harus kita ambil. Resiko-resiko dalam pengambilan keputusan tersebut haruslah dihadapi.
  4. Resiko Karir atau profesi : Contoh, ada seorang dokter ahli bedah dan kandungan memiliki pasien yang mengalami pendarahan. Suami dari pasien tersebut adalah seorang pejabat dari perwakilan negara asing yang juga berprofesi sebagai pengacara. Jika terjadi sesuatu dokter tersebut tidak hanya berhadapan dengan hukum tapi dengan negara dari pengacara tersebut. Ini merupakan resiko profesi.
  5. Resiko Kesehatan.
  6. Resiko Keamanan.
  7. Resiko Transportasi : Resiko keamanan dan transportasi ada dimana-mana. Transportasi udara, darat, laut bahkan pejalan kaki semua memiliki resiko.

B. Apa akibatnya jika kita tidak memperhitungkan resiko?

  1. Kerugian tak terduga
  2. Bahaya / bencana tak terduga
  3. Tidak siap menerima konsekuensi
  4. Bisa mengalami kegagalan total

C. Memahami arti Count The Risk

  1. Mempertimbangkan konsekuensi atas suatu pengambilan resiko.
  2. Sikap mengantisipasi sebuah keputusan beresiko.
  3. Mengukur skala peluang, profit dan konsekuensi.
  4. Kesiapan dan kesediaan membayar harga.
  5. Pertanggungjawaban atas keputusan dan resiko yang diambil.

D. 5 Karakter yang bisa mengantisipasi resiko

  1. Karakter Kebijaksanaan : Ada 2 hal yang berhubungan dengan kebijaksanaan, pertimbangan dan berpikir panjang. Jika diperhadapkan dengan hal-hal yang penting, mintalah waktu untuk mempertimbangkan dan memutuskannya.
  2. Karakter Penguasaan diri : Orang yang kurang menguasai diri (nekat), biasanya tidak mampu menguasai emosi. Emosi lebih kuat dari pikiran logisnya.
  3. Karakter Berpikir Kritis : Memiliki perhitungan dan selalu memiliki perencanaan.
  4. Karakter Keberanian : Lagu hero di atas mengungkapkan, keberanian lahir dari semangat kepahlawanan. My greatest life pun menceritakan tentang kehidupan kita yang luar biasa, potensi-potensi kita, prestasi dan hal-hal yang positif dalam hidup kita. Melalui ke dua hal di atas ketika kita mengalami kegagalan maka kita tidak akan menjadi ragu. Justru kita akan semakin berani dan percaya diri.
  5. Karakter Kerja sama (team work): Dalam menghadapi resiko perasaan kita akan jauh lebih kuat dibanding jika kita menghadapinya sendiri.

Berbicara mengenai pengaruh, temperamen memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan. Menurut survey, secara lahiriah temperamen yang berani menghadapi resiko hanya 3%, sedangkan 97% sisanya berbeda-beda, 17% menghadapi resiko dengan orang lain, 11% menganalisa resiko dan 69% menghindari resiko. Resiko tidak bisa dihindari. Untuk itu mari kita kembangkan 5 karakter di atas.

E. Pertanyaan  dan  Sharing

  1. Sharing Bp Ando : SHARE mengenai resiko hidup. Situasi ekonomi sekarang ini sangatlah tidak menggembirakan. Yang kita hadapi saat ini bukan merupakan krisis lagi tapi keindahan dibalik ekonomi yang tidak menggembirakan. Namun demikian dalam keadaan apapun kita harus bertahan dalam kehidupan. Sebagai motivasi saya ingin menambahkan bahwa hidup dalam era sekarang ini tidaklah terlalu beresiko dibanding dengan pahlawan-pahlawan zaman dulu yang berjuang dan mengorbankan nyawanya. Melalui sikap seperti ini kita dapat mengantisipasi resiko-resiko dalam hidup kita.
  1. Pertanyaan Bp Riki : Ada satu teman saya yang ingin resigned, permasalahannya adalah hubungan dan komunikasi dengan atasan. Dia mengatakan bahwa pada tahun ini dia harus keluar dari kantor. Sejauh mana saya bisa intervensi supaya dia jangan resigned.

    Jawab :
    Bp Riki sebaiknya jangan melibatkan diri terlalu jauh. Dalam karakter ada yang disebut asumsi. Jangan sampai maksud baik Bp diasumsikan jelek. Yang bisa bp lakukan adalah memberikan saran, karena Tuhanpun tidak bisa mencegah keinginan hati seseorang. Berilah saran kepada teman anda sebagai berikut :

    a. Jangan memutuskan dengan emosi. Saat sedang emosi keputusan
    menjadi tidak bijak.
    b. Apakah menjamin kalau pindah perusahaan lain masalah yang sama
    tidak akan terulang lagi? Sadarkan kalau masalah yang kita hadapi
    tergantung respos diri, tanpa harus menuntut perubahan dari
    orang lain (apalagi atasan).
    c. Harus berpikir panjang bahwa keputusan keluar dari pekerjaan itu
    berhubungan dengan income keluarga. Jangan hanya mengikuti emosi
    sesaat.

  1. Pertanyaan Bp Arifin, Jkt: Bukankah zaman sekarang lebih beresiko? Maling dan preman dimana-mana?

    Jawab :
    Tergantung dari sudut pandang kaca mata mana. Kalau dipandang zaman sekarang ini lebih beresiko dibanding zaman dulu, mungkin saja. Menurut saya hidup itu sendiri penuh resiko. Yang penting bagaimana kita menguatkan hati, belajar mengantisipasi semua resiko dan dalam pengambilan keputusan. Itulah langkah-langkah yang membuat kita tetap menang menghadapi kehidupan dalam zaman apapun.

  1. Pertanyaan Bp Sayuti, Medan : Apa perbedaan karakter dan sikap? Menurut saya resiko itu tergantung bagaimana kita menyikapinya.

    Jawab :
    Sikap adalah tingkah laku (Behaviour), Karakter adalah Respon pada waktu ditekan dan dimuliakan. Kalau karakter orang tersebut positif, ketika dia ditekan maka sikapnya positif. Kalau karakternya lemah, ketika dia ditekan maka dia akan berontak, menjadi pesimis atau bersikap negatif. Jadi sikap adalah buah cerminan dari karakter.

  1. Pertanyaan Bp Rudi, Banjarmasin: Bagaimanan menghilangkan keraguan saat mengambil keputusan?

    Jawab :
    Untuk menghilangkan keraguan-raguan:

    1. Memiliki pengetahuan.
    2. Memiliki pengalaman.
    3. Memiliki keahlian.
    4. Memiliki dukungan.
    5. Memiliki iman.

Anda pasti akan lebih percaya diri dan tidak menjadi ragu jika memiliki ke lima hal di atas.

  1. Pertanyaan Bp Djoni : Mengapa pada usia saya yang sudah 53 tahun menjadi takut dalam mengambil resiko berbisnis? Tapi ketika usia saya 35 tahun atau 40 tahun tidka seperti ini?

    Jawab :
    Bp Djoni semakin dewasa usia, kita semakin bijak. 5 karakter di atas yang menonjol pada usia Bapak adalah :

    1. Karakter Kebijaksanaan: Karena Bp lebih berpikir panjang.
    2. Karakter Penguasaan diri: Semakin dewasa, semakin tenang, dan menguasai diri.
    3. Karakter Berpikir kritis: Perhitungannya semakin akurat.
    4. Jika karakter keberanian dan karakter kerja sama (team work) pada usia Bp tidak ada perubahan, yang menonjol semakin tajam hanyalah karakter kebijaksanaan, penguasaan diri dan berpikir kritis.
  1. Pertanyaan Bp Budiono, Banjarmasin : Resiko pasti ada seperti bayangan tubuh yang selalu mengikuti kemana kita pergi. Hendaknya kita lebih awareness, tough, dan persisten.

    Komentar :
    100% setuju. Dalam keluarga kami diajarkan setiap kali dalam pengambilan keputusan kita harus belajar membuat plan A dan plan B. Tujuannya jika terjadi sesuatu (kegagalan) maka kita bisa mengantisipasi resiko tersebut dengan cepat.

F. KESIMPULAN

  1. Seberapa besar karakter kebijaksanaan yang kita miliki?
  2. Seberapa besar anda menguasai diri?
  3. Apakah anda memiliki karakter berpikir kritis?
  4. Apakah anda berani mencoba jika mengalami kegagalan?
  5. Apakah anda memiliki karakter kerja sama atau team work?
  • Jika saat ini ada salah satu yang kurang, maka mari kita mempersiapkan diri dengan 5 .karakter di atas supaya kita berani menghadapi resiko sebesar apapun. Karena kita bukan lagi sendiri tapi bersama-sama.
  • Don’t put all your eggs in one basket: Jangan letakkan semua telur anda dalam satu keranjang. Kalimat ini berbicara mengenai kebijaksanaan, kebernaian dan berpikir kritis bahwa kita harus belajar mengantisipasi resiko dengan cara yang tepat. Jangan semuanya diletakkan di tempat yang membahayakan.
  • Apabila kita sudah bisa memperhitungkan resiko dengan tepat maka jangan takut menghadapinya.

G. The Words of Wisdom

  1. The greater risk you can take in life is to risk nothing.
  2. Don’t put all your eggs in one basket.
  3. If your life is free of failures you’re not taking enough risks.
  4. If you risk nothing, then you risk everything.
  5. Jika menunggu gelombang reda, anda mungkin tidak pernah berenang di laut.
  6. Pertimbangkan konsekuensinya, kemudian ambillah resiko.

~ by bohkasim on December 22, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: