Mengembangkan inisiatif

Expanding the Initiative ( Mengembangkan inisiatif )

Mr Jakoep Ezra and Mrs. Jajoek Ezra

Karakter inisiatif seringkali diabaikan dan kurang mendapat perhatian kita. Inisiatif sering disejajarkan sebagai suatu kewajiban dari seorang pemimpin saja. Sehingga mereka yang tidak merasa sebagai pemimpin, merasa kurang perlu mengembangkan sikap inisiatif. Bahkan lebih fatal lagi, karakter inisiatif sering disalah mengerti. Pemimpin yang berinisiatif dinilai terlalu mengatur, sedangkan bawahan yang penuh inisiatif sering dianggap cenderung memberontak.

Padahal inisiatif merupakan salah satu Karakter dasar yang perlu dikembangkan. Kita semua memerlukan sikap inisiatif, karena selalu ada tantangan yang harus dihadapi dan selalu ada masalah yang perlu mendapat solusi. Kita memiliki kemampuan belajar dan memiliki inisiatif yang menunjukkan semangat dan kualitas hidup kita. Tidak ada perkembangan dan kesuksesan yang dapat diraih tanpa inisiatif kita.

Berbagai kegagalan dan penolakan dapat menyebabkan seseorang kehilangan inisiatif. Sikap pasif, takut dan menunda merupakan musuh besar dari karakter inisiatif. Seringkali kita kehilangan peluang karena kurang memiliki inisiatif.

Pada umumnya orang sukses adalah mereka yang penuh inisiatif. Karena inisiatif adalah sikap yang memampukan kita untuk mengekspresikan pemikiran, perkataan dan tindakan secara bijaksana untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Materi Smart Character Radio talk kali membahas lagu On My Way dari Phil Collins :

Tell everybody I’m on my way
And I’m loving every step I take
With the sun beating down yes
I’m on my way
And I can’t keep this smile off my face

Lagu ini menggambarkan bahwa kita lebih bisa menikmati apapun jika dilakukan bukan karena terpaksa sehingga kita tidak akan mengalami kejenuhan atau bosan. Apapun yang kita kerjakan dapat memberikan semangat lebih jika dilakukan dengan inisiatif atau ide-ide atau rencana-rencana yang kita miliki. Kita boleh menjalankan target perusahaan tapi kita juga harus bisa menggabungkan target hidup kita untuk sejalan dengan target orang lain atau perusahaan tersebut.

A.  Mengapa kita harus memiliki inisiatif ?

Sikap inisiatif merupakan dasar dari kualitas Karakter lain seperti : kerajinan, kreatifitas, ketepatan waktu, tanggung jawab, kesenangan dalam bekerja, dll. Inisiatif adalah karakter proaktif, bukan reaktif yang cepat bereaksi seperti berkomentar sebelum menjalankan pekerjaan atau perintah. Sebenarnya proaktif adalah mencoba terlebih dahulu, jika terdapat kesulitan saat pelaksanaan atasi dengan cara sendiri, berinisiatif agar masalah tersebut terselesaikan dengan baik.

Inisiatif diperlukan karena inisiatif merupakan Karakter dasar dari Karakter berkualitas yang lainnya. Karena hidup dan pekerjaan akan lebih nyaman jika didapat dari hasil kerja dan inisiatif sendiri.  Seringkali inisiatif diabaikan dan kurang mendapat perhatian, karena menurut kita hal tersebut adalah kewajiban para pemimpin, dan sebagai anak buah tidak perlu berinisiatif. Inisiatif bukan hanya didapat dari para pemimpin atau orang lain, karena dengan tidak berinisiatif akibatnya kita akan mengalami beberapa hal di bawah ini :

  1. Hasil tidak rata-rata.
  2. Mengalami kemajuan / inovasi.
  3. Tidak mengalami stagnasi.
  4. Tidak kalah dalam persaingan.
  5. Ada pemecahan dalam setiap masalah.
  6. Berhasil dalam kepemimpinan.
  7. Tidak bergantung pada kemampuan orang lain.

Menurut survey 80% orang sekitar kita kurang berinisiatif atau pasif, sisanya 20% adalah orang-orang yang berinisiatif. Inisiatif tidak ada hubungannya dengan temperamen. Karena setiap orang, baik besar kecil, tua muda harus berinisiatif. Memang ada kecenderungan secara alamiah, orang yang memiliki temperamen pasif kurang inisiatif. Tapi percayalah bahwa orang yang belum berani ambil resiko tetap bisa berinisiatif, karena berinisiatif bukan berarti menanggung resiko yang besar tapi belajar dari hal-hal kecil dan sederhana. Untuk itu inisiatif sangat diperlukan agar kita tetap bertahan dalam puncak kesuksesan.

B. Memahami arti Expanding the Initiative

Arti dari initiative adalah:

  1. Kemampuan untuk mengajukan gagasan untuk mendapatkan solusi, bukan sekadar proses tapi juga solusi
  2. Memiliki ide-ide yang baru untuk dikemukakan untuk mengatasi tekanan dan keruwetan dengan kata lain tidak hanya diam saja. Karena kalau kita berinisiatif tidak harus menunggu sampai masalah selesai, tetapi akan coba melakukan ide-ide sendiri tanpa harus keluar dari koridor.
  3. Inisiatif adalah tindakan yang dipicu oleh pertimbangan dalam pikiran kita, pikiran yang kreatif.
  4. Inisiatif merupakan ekspresi dari perbuatan-perbuatan yang bersifat proaktif, jadi tidak hanya dipikirkan tapi dilakukan.
  5. Respon yang cepat dan bijaksana ketika menghadapi situasi ancaman / bahaya.

C. Barriers dari sikap inisiatif :

  1. Kurang percaya diri.
  2. Tidak mengetahui potensi dan kompetensi pribadi.
  3. Sikap masa bodoh.
  4. Pasif, ragu-ragu.
  5. Suka menunda.
  6. Melempar tanggung jawab.
  7. Tergesa-gesa.
  8. Berpikir pendek, tanpa pertimbangan, cenderung nekat
  9. Rasa malas atau menunda pekerjaan
  10. Rutinitas

Takut gagal, takut dilecehkan orang. Hal ini terjadi karena kita kurang menyadari kompetensi diri kita. Kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu dengan cara menganggur,
akibatnya adalah kehilangan ketajaman kompetensi diri.

D. Bagaimana mengembangkan inisiatif ?

Hal-hal berinisiatif dimulai dari hal-hal yang sederhana dari diri kita. Terkadang rasa malas muncul dan menjadi hambatan yang paling sering dihadapi sehingga membuat inisiatif menjadi hal yang ditunda. Karena sebenarnya orang yang berinisiatif tidak pernah menunda pekerjaan dan tidak terjebak dalam rutinitas. Contohnya :

  1. Membereskan rumah yang berantakan di waktu libur.
  2. Datang ke kantor lebih awal dengan melalui jalan yang tidak macet atau lebih lancar agar tidak terlambat sampai ke kantor.
  3. Mengecek mobil sendiri tanpa perlu minta bantuan orang lain atau ke bengkel secara keseluruhan.

Jika ada masalah yang timbul pasti akan menemukan solusi yang lebih cepat untuk diselesaikan. Inisiatif dikembangkan dari hal-hal yang kecil. Cobalah hal-hal sederhana yang keluar dari kebiasaan yang sudah rutin. Lakukan tindakan yang sebenarnya yang sudah dipikirkan tapi belum terealisasi.

Cara mengembangkan inisiatif:

  1. Kembangkan pola pikir.
  2. Biasakan berfikir lebih dari biasanya.
  3. Jangan berpikir hanya rutinitas.
  4. Kembangkan wawasan dengan cara mulai mendengarkan dan membaca lebih lagi.
  5. Berani mencoba.
  6. Bangun sikap belajar yang positif.
  7. Berdiskusi dengan orang-orang yang positif.
  8. Membaca koran, buku atau kaset yang positif.
  9. Melatih komunikasi yang efektif, karena dengan komunikasi yang efektif kita akan menemukan sahabat-sahabat baru yang efektif.
  10. Ketahuilah kompetensi dan kekuatan pribadi yang kita miliki dan asahlah setiap hari.
  11. Bantulah teman , dan jangan memperhitungkan untung dan rugi

E. How to Expanding the Initiative?

Expanding Initiative merupakan hal yang menarik karena expanding initiative adalah
mengambil wewenang atau melakukan prakarsa dalam melakukan suatu atau tindakan
yang proaktif bukannya reaktif.

Apakah batas-batas antara inisiatif, tanggung jawab dan kewenangan ?

  1. Inisiatif tidak melanggar wewenang tapi masih di dalam standart yang meliputi Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC). Contohnya : Seorang marketing manager atau sales manager harus memiliki standart yang harus dilakukan sesuai dengan pekerjaannya. Yang disebut melanggar adalah jika marketing manager atau sales manager tersebut harus mengambil sendiri barang di gudang, hal tersebut bukan inisiatif namun sudah keluar dari standart. Karena makna inisiatif yang sebenarnya masih dalam koridor POAC.
  2. Tanggung jawab pada dasarnya berasal dari inisiatif. Kalau kita mau bertanggung jawab dengan baik, maka kita harus berinisiatif. Batasan dalam pekerjaan adalah kita bertanggung jawab atas job responsibility pada atasan kita. Inisiatif timbul dari diri sendiri untuk menunjang tanggung jawab yang dimiliki.
  3. Wewenang biasa kita sebut otoritas. Otoritas ada batasannya, misalnya dari A sampai dengan C, kalau D sudah tidak boleh. Jika kita mau berinisiatif jangan sampai keluar dari wewenang tersebut. Yaitu masih dalam koridor A sampai dengan C. Inisiatif tetap berlaku aktif di dalam tanggung jawab, otoritas, wewenang.

F. Kesimpulan :

  1. Pahamilah batas-batas kewenangan dan kemampuan pribadi.
  2. Eksplorasilah energi dan kreativitas.
  3. Jangan berhenti berfikir.
  4. Belajar mengelola kegagalan.
  5. Ambil hikmah dari setiap kejadian dan keberhasilan.
  6. Jangan masa bodoh karena akibatnya adalah kegagalan.
  7. Sukses selalu mengembangkan sikap inisiatif yang bijak dibalik sebuah tantangan. Ia tidak takut tantangan tapi dia selalu bisa melihat kesempatan dibalik tantangan tersebut dan yang lebih membahagiakan kita akan merasakan kepuasan dalam hidup (life satisfaction).

Inisiatif tidak selalu berhasil, terkadang bahkan ditolak dan gagal. Tapi menurut penelitian orang yang berinisiatif lebih berhasil dari pada yang tidak berinisiatif. Cara untuk mengatasi penolakan dari inisiatif adalah evaluasi diri. Apakah kita mengatakan pada waktu yang tepat dan cara yang tepat? Kalau kita merasa sudah mengatakan pada waktu dan cara yang tepat namun masih ditolak, tanamkan saja pada diri kita bahwa kita telah melakukan kebaikan. Mungkin saja kita mengalami penolakan, kegagalan dan kekecewaan tapi tidak sebanding jika kita tetap berusaha terus. Karena dengan berinisiatif kita akan dapat melihat solusi dan kesempatan yang baru. Jadi jangan berhenti berinisiatif dan jangan sampai kehilangan peluang karena kurang inisiatif.

G. The Words of Wisdom :

  1. The initiator do what they are expected not inspected.
  2. The initiator do what they are expected not inspected.
  3. Initiative is a building block of virtue.
  4. Sikap masa bodoh adalah akar dari kegagalan.
  5. Orang yang sukses selalu mengembangkan sikap inisiatif yang bijak di balik sebuah tantangan.
  6. Pemikiran yang bijak menghasilkan tindakan yang tepat.
  7. Keinginan hati mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.
  8. Sebagaimana seorang membuat perhitungan dalam dirinya, demikianlah ia.

~ by bohkasim on December 22, 2008.

2 Responses to “Mengembangkan inisiatif”

  1. terimakasih materinya, sangat membantu. boleh saya tanya artikel ini menggunakan referensi buku apa? kalau boleh saya ingin mengetahui, butuh untuk laporan eksperimen .

    terimakasih

  2. sumbernya di ambil dari mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: