Pengambil Keputusan yang Bijak

he Wise Decision Maker (Pengambil Keputusan yang Bijak)

Mr Jakoep Ezra and Mrs. Jajoek Ezra

Awal tahun merupakan waktu yang tepat untuk membuat goal setting, membuat target baru. Jangan sampai kita salah dalam membuat keputusan. Oleh karena itu, Smart Character edisi Rabu, 24 January 2007 akan membahas mengenai Pengambil Keputusan yang bijak (The Wise Decision Maker).

Lagu For One In My Life dari Michael Bubble mengiringi pembahasan topik The Wise Decision Maker. Dalam lagu ini diceritakan bahwa sekali dalam hidupnya dia mengambil keputusan karena telah menemukan pribadi yang cocok untuk menjadi kekasihnya, walaupun dalam kenyataan Michael Bubble hingga saat ini masih kesulitan untuk memilih wanita mana yang menjadi pasangan hidupnya. Ia penyanyi jazz yang masih muda, sukses, dan dikelilingi wanita cantik sehingga semakin sulit mengambil keputusan

Menurut survey, dalam satu hari kita mengambil tidak kurang dari 500 keputusan. Ketika kita bangun di pagi hari dan memilih untuk tidur 5 menit lagi, itu sudah merupakan suatu keputusan. Saya dapat siaran hari ini karena adanya keputusan saya di waktu lalu. Saya menanda-tangani kontrak dengan Smart FM, setiap hari Rabu pukul 07.00 – 08.00 siaran di Smart FM, siap atau tidak siap harus datang karena keputusan saya. Dengan kata lain, adanya hari ini karena keputusan saya di masa lalu. Jadi jika saya salah mengambil keputusan di hari lalu, saya menerima akibatnya di hari ini.

Coba kita pikirkan, jika kita hari ini dihadapkan pada suatu situasi untuk mengambil keputusan dan akhirnya kita salah dalam mengambil keputusan, maka akan ada pengaruhnya untuk hari depan. Itulah salah satu sebabnya kenapa kita harus mengambil keputusan dengan bijak.

Mayoritas dari kita seringkali terjebak dalam situasi yang rutin dan monoton. Bila kita tidak mau mengambil keputusan untuk berubah maju, maka kita akan dirugikan. Karena seiring dengan umur kita yang semakin bertambah dan dunia yang selalu berubah. Contohnya setiap tahun selalu ada inflasi dan harga-harga semakin hari semakin mahal. Dalam situasi tersebut jika kita tidak belajar untuk mengambil keputusan, maka sebenarnya kita bukan tetap, tetapi mengalami kemunduran. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengambil keputusan secara bijak setiap hari dalam hidup. Karena walaupun ada konsekuensi-konsekuensi yang kita ambil dalam mengambil keputusan, namun lebih baik kita belajar mengambil keputusan daripada tidak sama sekali.

Orang-orang yang sukses disekitar kita adalah orang-orang yang berani mengambil keputusan, baik itu dalam bidang bisnis, maupun dalam bidang lainnya. Mereka adalah orang-orang yang berani mengambil resiko. Keputusan dan resiko seperti sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.

Salah satu nilai kepemimpinan ditentukan oleh kebijakan pengambilan keputusan. Seorang pemimpin salah satu tugasnya adalah memutuskan. Keputusan lahir dari keinginan. Seorang pemimpin yang bijak pasti melahirkan keputusan-keputusan yang bijak dari keinginannya yang bijak pula.

Keputusan yang bijak mengandung 5 hal :

1. Possibility In Front (Kemungkinan di Depan)
Kumungkinan di Depan menjadi hal yang harus diperhatikan dalam membuat keputusan yang bijak. Sebagai contoh di suatu daerah, tidak ada orang yang menjual sepatu dan tidak ada orang yang memakai sepatu. Jadi si-A berpikir, percuma saja jika berjualan sepatu. Orang tersebut adalah orang yang pesimis. Tetapi jika kita bicara mengenai Possibility In Front, secara logika orang lebih aman memakai sepatu. Jadi di daerah tersebut ada positif income yang dapat dikerjakan.

2. Past Experience (Pengalaman Masa Lalu)
Pengalaman masa lalu seringkali menjadi kendala, terutama pengalaman yang traumatis. Jika kita harus menunggu pengalaman yang bagus terlebih dahulu untuk dapat termotivasi, pertanyaannya adalah kapan kita akan dapat pengalaman yang bagus di hari depan? Oleh karena itu, pengalaman di masa lalu harus diambil hikmahnya. Ada pepatah lama berkata, “Sekolah yang terbaik adalah kegagalan pada masa lalu.”

3. Intuition (Intuisi)
Adalah sejenis perasaan imajinasi, membayangkan ke depan. Orang yang mempunyai intuisi tinggi, lebih baik dalam mengambil keputusan daripada orang yang tidak mempunyai intuisi. Menurut survery, ada sekitar 14 persen orang-orang di dunia yang mempunyai intuisi untuk mengambil keputusan. Sedangkan sisanya sekitar 86 persen adalah orang-orang yang mengambil keputusan tergantung apa kata orang, tergantung dari seberapa besar motivasi yang diberikan orang lain kepadanya.

4. Sense
Yaitu perasaan bahwa saya bisa. Perasaan ini ada hubungannya dengan pengalaman yang kita alami di masa lalu. Sense tidak dapat lahir begitu saja. Jika kita tidak pernah membongkar ban mobil, maka kita belum memiliki pengalaman membongkar ban mobil. Hal ini menyebabkan sense tentang ban mobil kurang kita miliki

5. Others Confirmation (Konfirmasi Orang Lain)
Seringkali kita membutuhkan konfirmasi dari orang lain terhadap keputusan yang telah kita ambil, sehingga kita lebih percaya diri dan yakin dalam melaksanakan keputusan tersebut.

Banyak diantara kita yang merasa tidak punya pengalaman sama sekali tetapi ingin sekali mencoba sesuatu yang baru. Misalnya saja keinginan untuk membuka suatu usaha yang baru. Untuk itu, kita dapat belajar dari experience orang lain. Tetapi apabila kita akan mengambil keputusan berdasarkan pengalaman orang lain yang kita ikuti, disarankan untuk tidak mengikuti keseluruhan dari keputusan orang tersebut. Janganlah langsung membuat suatu keputusan yang besar, tetapi kita dapat mengikuti sekitar 40 persen terlebih dahulu keputusan tersebut sebagai pengalaman kita.

Jika kita tidak mengambil keputusan dengan bijak, maka akan berakibat :
1. Kehilangan peluang / kesempatan.
2. Kehilangan waktu yang telah terbuang sia-sia.
3. Jatuh pada kesalahan yang sama.
4. Kehilangan rasa percaya diri dan kepercayaan dari orang lain.

Ada 4 (empat) tips prinsip pengambil keputusan yang bijak :
1. Don’t : Jangan lakukan, jika itu wewenang atau tanggung jawab orang lain.
2. Delay : Tundalah, jika dapat dilakukan pada waktu yang lebih tepat.
3. Delegate : Delegasikan, jika orang lain dapat melakukannya lebih baik.
4. Do It : Lakukanlah, jika tidak satupun hal di atas yang memenuhi syarat.

Pertanyaan :

1. Bpk. Gimo :
Beberapa minggu terakhir ini saya ingin mengangkat beberapa leader di tempat saya bekerja. Dan saya sudah mendapatkan 3 calon leader. Tetapi saya merasakan ketiga leader ini kurang memiliki rasa percaya diri. Apakah saya dapat mengikut-sertakan ketiga calon leader ini dalam seminar yang Bapak Jakoep adakan untuk mendapatkan hasil yang luar biasa?

– Jika Bpk. Gimo butuh hasil yang cepat, silahkan mengajak calon leader Anda mampir ke kantor kami untuk melakukan foto karakter sekaligus melakukan konsultasi. Melalui foto karakter dapat dikenali kecenderungan setiap pribadi dan ada saran dan tips bagaimana kita dapat meningkatkan percaya diri. Konsultasi yang diadakan bersifat sangat customize dan personalize sesuai dengan kebutuhan setiap calon leader.

2. Bpk. Doni :
Dari 5 (lima) kriteria pengambil keputusan yang bijak, termasuk bagian manakah faktor intelegensi emosional dan akal sehat? Apakah ada proporsi yang harus ditekankan dari lima hal tersebut?

– Intelegensi emosional dan akal sehat termasuk pada kriteria ’Kemungkinan di Depan’, yang memerlukan pertimbangan logika dan akal sehat.

– Besarnya proporsi tergantung situasi. Misalnya untuk memutuskan hal yang belum pernah diputuskan, maka kita perlu mengembangkan Kemungkinan di Depan, Intuisi dan nasehat orang lain. Tetapi jika itu sudah pernah kita alami dan kita mencoba mengulangi lagi maka yang ditekankan adalah pengalaman, intuisi, dan tentu saja masukan dari orang lain.

3. Bpk. Zulfikar Nasution :
Keputusan yang saya buat tidak dapat diikuti oleh tim kerja saya. Apa penyebabnya? Saya merasa sangat kuat di intusi dan pengalaman, sehingga dapat dengan cepat mengambil keputusan. Tetapi tim kerja saya kurang mendukung.

– Bpk. Zulfikar secara alamiah cepat menerima informasi, mengelolanya dan membuat keputusan, serta merupakan tipe pribadi yang siap untuk mengambil resiko. Mungkin tim Anda tidak seperti Anda dan cenderung safety player atau menjadi begitu terkejut. Seringkali yang jadi pertanyaan di benak mereka adalah apakah keputusan yang Anda buat sudah dipikirkan masak-masak? apakah sudah dipikirkan akibatnya? Apakah sudah dipikirkan untung ruginya? Berapa kerugian yang harus ditanggung jika keputusan itu salah. Oleh sebab itu penting sekali clear explanation kepada tim, sehingga mereka dapat tertular perasaan percaya diri.

– Karakter safety player takut akan resiko. Jadi jika mereka takut dengan resiko, beritahu kepada mereka bahwa Anda yang akan menanggung resikonya atau ’kita tanggung bersama-sama’. Jika diberitahu demikian, mungkin mereka akan lebih termotivasi. Jika mereka tetap belum berani melaksanakan keputusan, berarti mereka mempunyai masalah di mental atitute. Sikap mental mereka belum terlatih untuk segera meresoni keputusan itu. Jika demikian maka mereka sebaiknya diberi pelatihan outbound agar lebih berani mengambil resiko.

4. SMS (Bpk. Aad, Depok) :
Saya seorang sales, apa landasan dari keputusan yang kita buat agar keputusan menjadi tepat?

– Jika Anda seorang sales, maka yang menjadi landasan dari keputusan Anda adalah hal-hal yang dapat Anda kontrol, yang menjadi tanggung jawab Anda. Karena sebuah keputusan yang bijak bukan lahir begitu saja, tetapi berasal dari kebijakan, prinsip, tanggung jawab, ketegasan, determinasi, keakuratan, dan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Jika Anda seorang sales, maka dasar dari keputusan Anda adalah proses sense itu sendiri.

5. SMS (Bpk. Kim, Jakarta) :
Bagaimana caranya menghadapi atasan yang tidak berani mengambil keputusan?

– Kita dapat memberikan pandangan atau usulan kepada atasan. Jika kita belum didengar, kita harus memberitahu resiko jika keputusan itu tidak diambil. Dan jika atasan tetap belum mengambil keputusan bahkan hingga membahayakan perusahaan, maka kita adakan resolusi bersama dengan teman-teman supaya dapat diambil keputusan. Atasan seperti itu adalah atasan yang membutuhkan data dalam mengambil keputusan. Pemimpin tipe ini sangat sulit mengambil keptutusan dengan cepat, karena sikap perfeksionist. Jadi Anda dapat memberi masukan dengan data-data, sehingga ia memiliki data yang dapat dipertimbangkan dan berani mengambil keputusan.

6. SMS (Bpk. Yogi) :
Bagaimana cara membuat keputusan yang bijak, tetapi keputusan itu tidak merugikan diri saya sendiri di masa depan? Bukankah bijak berarti harus berkorban untuk orang lain?

– Bijak mungkin juga ada unsur berkorban untuk orang lain. Type seperti Anda adalah pribadi yang butuh konfirmasi orang lain. Jika Anda mau mengambil keputusan, coba konfirmasi dengan orang lain. Tanyakan apakah keputusan itu sudah tepat? Konfirmasi dengan orang lain akan menolong Anda lebih percaya diri dalam mengambil keputusan.

7. SMS (Bpk. Adi, Makassar) :
Saya termasuk tipe orang yang lambat dalam memutuskan sesuatu. Kadang-kadang banyak pertimbangan. Apakah yang saya lakukan ini salah, bagaimana cara mengambil keputusan yang tepat dengan cepat?

– Jika belum punya pengalaman, gunakan ’Kemungkinan di Depan’, Intuisi, dan Konfirmasi dari orang lain untuk menolong Anda dalam mengambil keputusan.

8. SMS (Bpk. Setyo) :
Kapan keputusan harus dilatih dan bagaimana caranya? Ukuran apa yang menjadi tolak ukur bahwa sebuah keputusan sudah tepat?

– Keputusan tidak dapat ditentukan oleh waktu, walaupun sudah direncanakan dengan baik, karena keputusan tergantung pada situasi yang ada. Ada keputusan-keputusan yang dapat kita atur, tetapi ada pula keputusan-keputusan yang harus kita putuskan saat itu juga.

9. SMS (Ibu Nisa, Palembang) :
Saya sangat sulit mengambil keputusan, dari hal yang paling kecil misalnya memilih tempat makan. Saya selalu bilang terserah. Bagaimana ini?

– Banyak orang dengan tipe seperti ini. Yang pada dasarnya adalah orang yang takut mengambil resiko. Contoh pada waktu kita memilih tempat makan, kita selalu takut ketika ditanya, ”Mau makan dimana?”. Hal tersebut karena ada ketakutan jika kita yang memilih, tempatnya tidak memuaskan teman-teman. Tipe ini adalah tipe orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain. Efeknya adalah hidup selalu dipenuhi oleh apa kata orang. Oleh sebab itu, belajarlah kebenaran. Berpijaklah pada hal-hal yang benar sehingga kita dapat mengambil keputusan secara benar.

Keputusan akan datang setiap hari, baik siap atau tidak, cocok atau tidak, senang atau tidak. Dan jika kita tidak mengambil keputusan, sebenarnya itu merupakan sebuah keputusan. Oleh karena itu, gunakanlah power of choises atau kekuatan untuk memilih dan pilihlah dengan bijaksana…

Jika Anda pernah mengambil keputusan dan gagal, jangan pernah takut atau kecewa. Sebab jika seorang pemenang sekali jatuh, akan bangkit duapuluh kali…

~ by bohkasim on December 22, 2008.

2 Responses to “Pengambil Keputusan yang Bijak”

  1. nama saya M.iqbal saya seorang mahasiswa umur 19 thn
    terkadang saya tidak tegas dalam mengambil sebuah keputusan apalagi menyangkut untuk kepentingan banyak orang,akan tetapi teman teman saya mempercayai saya untuk memimpin.

    yang mau saya tanyakan,gimana cara saya untuk tegas dalam mengambil kebijakan dan bisa meyakini bahwa keputusan saya itu sudah tepat?

    medan,15 juni 2013

  2. Nama saya Mutiara, saya adalah seorang mahasiswa
    saya berkuliah di salah satu univ terbaik di Indonesia, namun saya bingung apakah saya harus meninggalkan univ ini setahun ke depan demi mencapai cita-cita saya yang saya inginkan sejak dulu. saya sebenarnya sangat bersyukur dengan univ saya sekarang, namun saya sedikit terkendala dengan jurusan yang saya pilih, saya bingung keputusan apa yang seharusnya saya ambil. Ketakutan saya jika saya tidak lulus untuk mndaftar ke univ yang saya inginkan dan rasa penyesalan yang nantinya saya dapatkan jika hal tersebut terjadi karna telah membuang beberapa kesempatan membuat saya bingung untuk memutuskan apa yang seharusnya saya lakukan . semoga saya bisa mendapatlkan pencerahan melalui blog ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: