Mengkaji Masalah Gizi Balita dengan Pendekatan Antropologis

SEORANG filosof dan antropolog, Claude Levi-Strauss dalam bukunya yang berjudul the rawa and the cooked yang terbit di tahun 1970 menulis bahwa “Tidak ada satu masyarakat yang tidak memiliki bahasa ujaran. Demikian pula tidak ada satu kelompok manusia yang tidak mempunyai cara mengolah makanan, mulai dari mendapatkan sampai memasaknya”. Keunikan itu tidak hanya berhenti sampai pada proses memasak saja, tapi pola penyajian dan cara memakan juga berbeda pada berbagai kelompok masyarakat. Perubahan pola tersebut terjadi dari waktu ke waktu seiring perkembangan peradaban yang dimiliki.

Orang-orang Batak di beberapa tempat, terbiasa untuk menyajikan makanan dalam piring yang sangat lebar dan disantap oleh beberapa orang sekaligus dengan menggunakan jari mereka untuk menghantarkan makanan tersebut ke mulut. Masyarakat Etopia dan sekitarnya juga hal yang sama dilakukan masyarakat dalam mengkonsumsi makanan.

Suku Lani di Lembah Baliem, Papua terbiasa untuk tidak menggunakan banyak alat makan. Makanan dimasak di bawah debu panas, disajikan dengan deduanan dan dinikmati bersama-sama. Sedangkan masyarakat di perkotaan, terbiasa untuk menyajikan kue-kue atau nasi sekalipun dalam kotak kertas, plastik atau styrofoam. Segala perlakuan terhadap makanan tadi sangat mempengaruhi keberadaan unsur gizi yang dikonsumsi. Karenannya dari satu aspek ini saja kita dapat berdiskusi banyak tentang pengaruh budaya pada gizi.

Makanan adalah lebih dari sekedar sumber gizi. Ia berperan penting dan tertanam dalam kehidupan sosial, keyakinan, politik dan ekonomi. Di banyak tempat, makanan memiliki arti simbolik, ia mengartikulasikan dan menciptakan hubungan antar manusia, antara manusia dengan lingkungan. Karenanya makanan adalah bagian penting dari masyarakat. Bahkan tidak jarang makanan mengatur kehidupan manusia.

Proses menyiapan makanan adalah salah satu aspek penting dalam menggambarkan budaya suatu masyarakat. Suatu kelompok masyarakat dapat dibedakan dari kelompok lainnya dari bahan makanan, cara mengolah, cara memakannya.

Dalam berbagai masyarakat, makanan digolongkan dalam beberapa kriteria, makanan dan bukan makanan, atau bisa/biasa dimakan dan tidak bisa/biasa dimakan. Misalnya ular, tikus. Yang kedua, pengolongan halal dan tidak halal. Yang ketiga panas dan dingin, misalnya ayam digolongkan dingin, sedangkan kambing digolongkan panas. Beberapa makanan tertentu dianggap sebagai obat. Ada beberapa jenis makanan yang memiliki makna sosial yang menandai hubungan antar manusia, perayaan atau peringatan sesuatu.

Budaya dan gizi salah karena penggolongan tersebut, budaya mengakibatkan tidak/kurang mengkonsumsi unsur gizi tertentu. Selain itu juga lebih mengkonsumsi unsur gizi tertentu sesuai dengan budaya dan keyakinan berdasarkan kebiasaan turun temurun dari nenek moyang.

Pada dialog kami dengan masyarakat Madura beberapa waktu lalu di Surabaya dalam kunjungan lapangan di acara workshop nutrisi, terindikasi ada keyakinan perlunya memberikan makanan berupa pisang kepada anak-anak bayi bawah 6 bulan. Dalam bebarapa kasus, anak yang diberikan makanan terlalu dini mengalami masalah pencernaan. Ketika dibawa ke Puskesmas, para medis pun menyayangkan perilaku masyarakat seperti itu. “Sekalian saja diberikan rujak biar nggak nanggung” kata petugas seperti yang ditirukan masyarakat. Namun karena sudah mengetahui dampaknya, mereka tidak mau melakukannya.

Masyarakat Kalimantan Barat juga mempunyai pandangan dan budaya tentang makanan secara spesifik. Ada pantangan tertentu yang tidak bisa diberikan kepada ibu hamil dan menyusui karena berbagai keyakinan. Padahal jika ditinjau dari segi kebutuhan gizi, makanan tersebut diperlukan untuk menunjang pertumbuhan janin dan balita. Selain itu ada jenis yang diajurkan untuk dikonsumsi secara terus menerus dalam jumlah banyak. Namun dari segi kandungan gizi tidaklah mencukupi.

~ by bohkasim on May 19, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: